LEVEL 1: STRUKTUR MAKRO

Rencana Strategis (RENSTRA) & Roadmap Fakultas

Arah kebijakan makro jangka panjang dan target tahunan penelitian serta pengabdian masyarakat.

Visi Roadmap Penelitian (2025 - 2029)
Download Roadmap

Fokus Keunggulan Riset Fakultas:

Mewujudkan Sumber Daya Manusia dalam Bidang Ilmu Komputer yang Berakhlak Mulia, Berakademik Unggul dan Bereputasi Internasional Berbasis Technopreneur di Tahun 2029

Rencana Strategis Tahunan Penelitian
2025
Tahun ke-1

Tahun 2025 merupakan Tahap Riset Dasar (Research & Development / R&D) dengan Tingkat Kesiapterapan Teknologi pada level TKT 1–3. Pada tahapan operasional ini, fokus utama fakultas dan seluruh pusat studi/laboratorium meliputi:

  1. Perencanaan & Landasan Riset (Design & Planning): Melakukan desain, perencanaan, analisis kebutuhan pengguna (user requirement), serta eksplorasi/studi literatur terkait teknologi baru (seperti AI, Machine Learning, AR/VR, IoT, Zero Trust Network, dan Game Engine).
  2. Penyusunan & Sosialisasi Roadmap: Menyusun, mensosialisasikan, dan menetapkan blueprint serta roadmap penelitian di tingkat laboratorium, program studi (Teknik Informatika & Sistem Informasi), hingga fakultas.
  3. Inisiasi Kemitraan & Kolaborasi: Membangun kerja sama awal, penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), dan penggalian data/informasi bersama calon mitra instansi, industri, sekolah, maupun masyarakat (misalnya dalam bidang Smart Health, Smart Agriculture, Smart Transportation, Smart Education, dan Smart Village).
  4. Pengembangan Modul & Kurikulum: Mengintegrasikan topik-topik penelitian dasar ke dalam bahan ajar, modul praktikum, dan RPS (Rencana Pembelajaran Semester) untuk jenjang S1.
IKU:

Luaran penelitian difokuskan pada publikasi hasil riset dasar dalam bentuk jurnal ilmiah (nasional dan internasional bereputasi seperti Scopus/IEEE), prosiding seminar nasional/internasional, pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI/Paten) atas desain awal atau prototipe skala laboratorium, penyusunan buku ajar/modul, serta tersedianya dokumen rancangan (blueprint) dan kerja sama resmi (MoU). Berdasarkan perincian tiap pusat studi dan program studi dalam dokumen, IKU untuk riset tahun 2025 mencakup:

IKU Publikasi Ilmiah:

  • Jurnal Internasional (Scopus / IEEE Published): Minimal 10–15 artikel terpublikasi di jurnal internasional bereputasi.
  • Jurnal Nasional (Terakreditasi Sinta): Minimal 5–10 artikel terbit pada jurnal nasional.
  • Prosiding Seminar (Internasional / IEEE / Nasional): Target 4–8 artikel disajikan dan diterbitkan dalam prosiding.

IKU Kekayaan Intelektual (KI) & Hak Cipta:

  • HKI / Hak Cipta Granted: Target minimal 10–15 HKI terdaftar untuk konsep/desain program, modul, dan rancangan perangkat lunak/sistem.
  • Paten: Terdaftarnya minimal 1 rancangan/desain awal berpotensi paten (terutama dari PS Rekayasa Perangkat Lunak dan Sistem Cerdas).

IKU Kemitraan & Kerjasama (MoU):

  • Jumlah Dokumen Kerjasama (MoU/MoA): Terwujudnya kerja sama penelitian aktif dengan instansi kesehatan, industri, sekolah, atau pemerintah daerah/desa mitra untuk penyediaan use case dan data riset minimal 10 kemitraan.

IKU Pengembangan Bahan Ajar & SDM:

  • Buku Ajar / Modul Praktikum: Tersusunnya modul praktikum berbasis riset dasar pada masing-masing laboratorium prodi setidaknya terdapat 10 modul dan 15 buku ajar.
  • Keterlibatan Civitas Academica: Terlibatnya dosen dan mahasiswa secara aktif dalam proyek riset dasar di tiap laboratorium/pusat studi setidaknya memproduksi 5 produk dengan TKT 5.
2026
Tahun ke-2

Tahun 2026 merupakan Tahap Pengembangan Teknologi (Technology Development) dengan Tingkat Kesiapterapan Teknologi berada pada level TKT 4. Target operasional utama yang ingin dicapai meliputi:

Pengembangan & Uji Coba Model/Algoritma:

  • Sistem Cerdas & Computer Vision: Mengembangkan model dan algoritma machine learning (klasifikasi, prediksi, estimasi, klastering) untuk bidang Smart Health, Smart Agriculture, Smart Transportation, dan Smart Education yang diuji coba pada lingkungan laboratorium sederhana.
  • Rekayasa Perangkat Lunak (RPL): Mengintegrasikan teknologi AI/Machine Learning untuk memberikan rekomendasi personalisasi serta mengembangkan sistem peringatan dini berbasis AI untuk deteksi risiko stunting dan integrasi perangkat wearable bagi lansia.
  • Keamanan Jaringan: Menerapkan algoritma, teknik, serta kerangka kerja dalam konsep Zero Trust dan studi kasus penerapannya di industri.

Riset Dasar Terapan & Edukasi Lapangan:

  • Embedded System & Robotika: Melakukan riset dasar dan edukasi konsep Smart Village untuk pembangunan kapasitas dosen dan tata kelola bidang IoT serta sistem kendali (embedded system).
  • Multimedia, Game, & Animasi: Mengembangkan prototipe awal aplikasi mobile berbasis AR/VR dan AI, prototipe game dengan AI yang lebih cerdas dan lingkungan dinamis, serta pembuatan prototipe animasi.

Pengembangan Prototipe Awal Sistem:

  • MSI & E-Business: Mengembangkan prototipe platform digital UMKM SmartHub dan melakukan uji coba terbatas dengan UMKM mitra.

Peningkatan Kapasitas SDM Peneliti:

  • Melakukan peningkatan kapasitas SDM peneliti melalui workshop dan pengadaan kebutuhan alat laboratorium pendukung.
IKU:

Luaran penelitian direalisasikan melalui publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi (Scopus/IEEE) dan jurnal nasional terakreditasi, penerbitan prosiding seminar, perlindungan hukum atas prototipe/model melalui Hak Kekayaan Intelektual (HKI/Hak Cipta), tersedianya prototipe teknologi tingkat laboratorium (TKT 4), serta terbentuknya kemitraan teruji (MoU/MoA) dengan UMKM mitra dan instansi terkait.

IKU Publikasi Ilmiah:

  • Jurnal Internasional Bereputasi (Scopus / IEEE Published): Terbitnya artikel ilmiah yang membahas model/algoritma teknologi dari tiap laboratorium/pusat studi 5-10 artikel.
  • Jurnal Nasional Terakreditasi (Sinta): Peningkatan jumlah publikasi hasil pengujian algoritma dan sistem 10-15 artikel.
  • Prosiding Seminar Internasional/Nasional: Terpresentasikannya riset pengembangan teknologi pada konferensi ilmiah (seperti IEEE Conference) sekitar 5-10 artikel ilmiah.

IKU Kekayaan Intelektual (KI):

  • HKI / Hak Cipta Granted: Pendaftaran dan penerbitan HKI untuk prototipe perangkat lunak, algoritma AI, modul game/animasi, dan skema jaringan yang dikembangkan 15 sertifikat.

IKU Prototipe & Produk Riset (TKT 5):

  • Prototipe Sistem/Aplikasi: Terwujudnya Minimum Viable Product (MVP) atau prototipe awal untuk Smart Health, UMKM SmartHub, aplikasi mobile AR/VR, dan perangkat IoT Smart Village setidaknya  5 produk.

IKU Kemitraan & SDM:

  • Jumlah Kemitraan Aktif: Adanya UMKM mitra dan instansi pemerintah/swasta yang terlibat dalam pengujian skala terbatas setidaknya 10 mitra.
  • Peningkatan Kualitas SDM: Terlaksananya workshop peningkatan kapasitas peneliti dan keterlibatan mahasiswa dalam proyek riset laboratorium setidaknya 2 kegiatan.
2027
Tahun ke-3

Tahun 2027 merupakan Tahap Pembuatan Prototipe Terintegrasi (Prototyping Stage) dengan Tingkat Kesiapterapan Teknologi berada pada level TKT 5–6. Target operasional utama pada tahun ini meliputi:

Pengembangan Prototipe Sistem Kompleks & Terintegrasi:

  • Sistem Cerdas & Computer Vision: Pembuatan prototipe sistem berbasis kecerdasan buatan (Smart Health, Smart Agriculture, Smart Transportation, dan Smart Education) yang diujikan pada skala laboratorium kompleks yang mendekati lingkungan relevan (system development).

Embedded System & Robotika: Rancang bangun, inovasi, dan pengembangan teknologi sistem Smart Village berbasis IoT dan sistem kendali (embedded system), termasuk implementasi pengolahan data logger berbasis IoT.

  • Rekayasa Perangkat Lunak (RPL): Penambahan fitur edukasi kesehatan interaktif (stunting dan lansia) serta pembuatan fitur pelaporan kondisi kesehatan darurat yang terhubung langsung dengan fasilitas kesehatan.

Pengembangan & Uji Coba Lapangan Lingkungan Nyata:

  • Multimedia, Game, & Animasi: Uji coba aplikasi mobile AR/VR/AI pada lingkungan nyata, uji coba game ber-AI pada target user dan lingkungan yang lebih luas, serta integrasi animasi ke dalam produk akhir di berbagai platform.
  • MSI & E-Business: Pengembangan lebih lanjut platform UMKM SmartHub berdasarkan umpan balik (feedback) dari uji coba terbatas serta kolaborasi dengan startup teknologi.

Keamanan Sistem & IoT:

  • Jaringan Berbasis Informasi: Penelitian tentang kerentanan perangkat IoT, pengembangan protokol keamanan khusus IoT, serta penelitian privasi data dan regulasi.
IKU:

Luaran penelitian difokuskan pada terwujudnya purwarupa/prototipe berstatus granted HKI/Paten, publikasi artikel ilmiah tingkat lanjut pada jurnal internasional bereputasi (Scopus/IEEE) dan jurnal nasional terakreditasi, penerbitan prosiding konferensi internasional, serta terbentuknya sistem purwarupa yang siap digunakan oleh instansi mitra, sekolah, maupun pelatihan industri.

IKU Prototipe & Purwarupa (TKT 5–6):

  • Prototipe Skala Lab Kompleks / Industri: Terwujudnya purwarupa teruji untuk Smart Health, Smart Village IoT, UMKM SmartHub, aplikasi mobile, dan game edukasi .
  • Sistem Siap Pakai Mitra: Adanya sistem prototipe kecerdasan buatan yang siap disimulasikan/digunakan oleh instansi atau mitra terkait.

IKU Kekayaan Intelektual (KI) & Paten:

  • HKI (Hak Cipta / Hak Paten Purwarupa): Terdaftarnya HKI dan Paten untuk produk purwarupa skala laboratorium maupun skala industri 15 HKI dan 2 Paten terdaftar.

IKU Publikasi Ilmiah:

  • Jurnal Internasional Bereputasi (Scopus / IEEE): Publikasi hasil uji coba prototipe dan optimasi algoritma/sistem pada jurnal internasional bereputasi 10-12 artikel.
  • Jurnal Nasional Terakreditasi (Sinta) & Prosiding: Publikasi karya ilmiah terindeks dari penelitian kolaborasi dosen dan mahasiswa 15 Artikel Sinta 1-4.

IKU Kerjasama Riset & Hibah:

  • Kerjasama / Kolaborasi Riset (MoU/MoA): Terjalinnya kolaborasi riset dengan Perguruan Tinggi Luar Negeri (PT-LN), lembaga riset, atau perolehan hibah penelitian setidaknya 10 mitra penelitian.
2028
Tahun ke-4

Tahun 2028 merupakan Tahap Implementasi & Uji Coba Lapangan Skala Luas (Implementation Stage) dengan Tingkat Kesiapterapan Teknologi berada pada level TKT 7–8. Target operasional utama pada tahun ini meliputi:

Penerapan Sistem / Produk pada Lingkungan Nyata (Deployment):

  • Sistem Cerdas & Computer Vision: Mengimplementasikan secara nyata sistem kecerdasan buatan (Smart Health, Smart Agriculture, Smart Transportation, dan Smart Education) pada lingkungan operasional sesungguhnya.
  • Rekayasa Perangkat Lunak (RPL): Menerapkan platform Smart Health terintegrasi secara penuh di lapangan serta melakukan pengujian fungsionalitas, performa, dan evaluasi kepuasan pengguna (termasuk modul pemantauan lansia dan pencegahan stunting).
  • Embedded System & Robotika: Menerapkan teknologi sistem Smart Village berbasis IoT dan sistem kendali (embedded system) secara langsung di desa/mitra penerima.

Integrasi Industri & Komersialisasi Awal:

  • Management System Information & E-Business: Menerapkan platform UMKM SmartHub secara komersial dan terintegrasi dengan ekosistem bisnis digital (E-Commerce, Payment Gateway, dll.).
  • Multimedia, Game, & Animasi: Menerbitkan/merilis (launching) aplikasi mobile AR/VR/AI ke toko aplikasi (app store), merilis game ber-AI secara komersial di platform digital, serta mengintegrasikan animasi pada platform media komersial.

Uji Keamanan & Penguatan Infrastruktur:

  • Jaringan Berbasis Informasi: Melakukan pengujian penetrasi (penetration testing), audit keamanan menyeluruh pada sistem IoT, serta menyusun rekomendasi regulasi dan standar privasi data.
IKU:

Luaran penelitian direalisasikan melalui tersedianya produk teknologi siap pakai yang terimplementasi penuh di mitra/masyarakat, penerbitan Paten/HKI terdaftar dan granted atas produk komersial, publikasi jurnal internasional bereputasi (Scopus/IEEE) yang mengulas evaluasi performa lapangan, serta tersedianya dokumen audit keamanan, modul pelatihan pengguna, dan perjanjian lisensi/komersialisasi bersama mitra industri.

IKU Implementasi Produk & TKT (TKT 7–8):

  • Produk Terimplementasi: Terwujudnya sistem berbasis AI (Smart Health, Smart Agriculture, Smart Transportation, Smart Education) yang berfungsi penuh di lingkungan operasional nyata setidaknya 8 produk.
  • Penerapan Smart Village & UMKM: Penggunaan aktif teknologi IoT Smart Village oleh desa mitra serta platform UMKM SmartHub oleh komunitas pelaku usaha setidaknya 4-6 produk.

IKU Rilis Produk & Komersialisasi:

  • Aplikasi  Released: Terbitnya aplikasi mobile AR/VR/AI di App Store/Google Play Store dan rilis game komersial berbasis AI setidaknya 3-5 produk.

IKU Kekayaan Intelektual (KI) & Paten:

  • Paten Granted / Lisensi HKI: Diperolehnya sertifikat Paten/Paten Sederhana dan HKI untuk produk-produk terintegrasi yang diimplementasikan setidaknya 12 sertifikat HKI dan 2 Paten Sederhana yang terdaftar.

IKU Publikasi Ilmiah & Kerjasama:

  • Jurnal Internasional Bereputasi (Scopus / IEEE): Publikasi hasil pengujian performa skala luas dan evaluasi pengguna pada jurnal bereputasi tinggi setidaknya 10 artikel ilmiah.
  • Kerjasama Industri & Penguji: Terjalinnya MoA/SpK teknis implementasi dan audit dengan pihak industri, pemerintah daerah, dan institusi penguji setidaknya 8 mitra kerjasama bidang penelitian.
2029
Tahun ke-5

Tahun 2029 merupakan Puncak Hilirisasi & Komersialisasi (Market & Commercialization Stage) dengan Tingkat Kesiapterapan Teknologi berada pada level tertinggi TKT 9. Target operasional utama pada tahun ini meliputi:

Komersialisasi & Hilirisasi Produk Siap Pasar (Market Expansion):

  • Fakultas & Prodi (Goal Utama): Mencapai Goal riset fakultas, yaitu terwujudnya produk penelitian ilmu komputer yang telah diimplementasikan, dipasarkan, dan dimanfaatkan secara mendalam oleh masyarakat/industri (Technopreneur).
  • Sistem Cerdas & Computer Vision: Hilirisasi dan komersialisasi produk jadi Smart Health, Smart Agriculture, Smart Transportation, dan Smart Education yang siap dipasarkan, disertai pemeliharaan dan perbaikan sistem (bug fixing).
  • Multimedia, Game, & Animasi: Pengembangan fitur lanjutan/ekspansi, peluncuran game sekuel, serta integrasi animasi interaktif real-time dengan teknologi mutakhir (IoT/wearable devices).

Kemandirian Sistem & Skalabilitas (Scale-Up):

  • Embedded System & Robotika: Mewujudkan sistem Otonom Smart Village yang serba mandiri berbasis IoT, energi terbarukan, dan sistem kendali (embedded system) dengan peralatan pendukung yang siap dipasarkan massal.
  • MSI & E-Business: Optimalisasi platform UMKM SmartHub skala penuh berbasis umpan balik industri serta ekspansi pasar digital UMKM.

Resiliensi Siber & Keamanan Skala Industri:

  • Jaringan Berbasis Informasi: Hilirisasi produk cybersecurity, peningkatan strategi resiliensi siber, serta penerapan manajemen identitas dan akses untuk infrastruktur penting.
IKU:

Pada tahun 2029, luaran riset berfokus pada Produk Komersial Beromzet/Berkelanjutan, Paten/Lisensi Terjual, dan Reputasi Internasional. Luaran penelitian direalisasikan melalui tersedianya produk teknologi berdaya saing pasar (TKT 9) yang dipasarkan secara komersial, perolehan sertifikat Paten industri / lisensi HKI yang diadopsi mitra, publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi tinggi (Scopus/IEEE), serta tercapainya reputasi institusi sebagai Fakultas Berbasis Technopreneur.

IKU Komersialisasi & Hilirisasi (TKT 9):

  • Jumlah Produk Komersial: Terjual/terseburnya produk aplikasi mobile, game, animasi, platform e-business, dan perangkat IoT Smart Village ke pasar industri/masyarakat setidaknya 10 produk.
  • Kemitraan Pemasaran: Terjalinnya kerja sama pemasaran, distribusi, dan transfer teknologi (knowledge transfer) bersama mitra industri/DUDI setidaknya 4 mitra kerjasama.

IKU Kekayaan Intelektual (KI) & Lisensi:

  • Paten & HKI Granted: Kepemilikan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan Paten penuh atas produk-produk riset yang berhasil dikomersialisasikan setidaknya memperoleh grant paten sederhana 2 dan sertifikat HKI sejumlah 10.

IKU Publikasi Ilmiah & Reputasi Internasional:

  • Jurnal Internasional Bereputasi (Scopus / IEEE): Publikasi hasil hilirisasi, dampak komersial, dan resiliensi sistem pada jurnal internasional berfaktor dampak tinggi sebanyak 14 artikel ilmiah.

IKU Technopreneurship & Kemandirian:

  • Unit Usaha / Spin-off / Inkubator: Terbentuknya produk hasil riset yang dikelola secara mandiri oleh tim dosen dan mahasiswa berjiwa technopreneur setidaknya 4 produk dari hasil penelitian.
Visi Roadmap Abdimas (PKM) (2025 - 2029)
Download Roadmap

Pemberdayaan Masyarakat:

Pengembangan Sumber Daya Manusia bagi Masyarakat dan Mahasiswa melalui Peningkatan Keterampilan serta Penerapan Hasil Penelitian Berbasis Teknologi Tepat Guna untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Rencana Strategis Tahunan Abdimas (PKM)
2025
Tahun ke-1

Tahun 2025 merupakan Tahap Inisiasi & Literasi Teknologi Dasar (Inisiasi & Literasi). Target operasional utama yang ingin dicapai meliputi:

  1. Edukasi & Sosialisasi Teknologi Dasar: Memberikan pelatihan literasi digital, dasar-dasar pemanfaatan internet, dan pengenalan teknologi dasar kepada masyarakat, sekolah, serta UMKM mitra.
  2. Inisiasi Mitigasi Bencana & Smart Environment: Menginisiasi program sosialisasi dan edukasi awal mengenai kesiapsiagaan serta mitigasi bencana berbasis teknologi informasi di wilayah rawan bencana (seperti wilayah Banyumas dan sekitarnya).
  3. Penguatan Kapasitas SDM & DUDI: Memberikan pelatihan peningkatan keterampilan (upskilling/reskilling) penggunaan alat/perangkat IT dasar bagi masyarakat sasaran dan mitra Dunia Usaha/Dunia Industri (DUDI).
  4. Inisiasi Kemitraan Desa Sasaran: Menjalin kerja sama awal dan menentukan lokasi mitra pengabdian (seperti calon Smart Village atau desa dampingan).
IKU:

Luaran pengabdian masyarakat direalisasikan melalui terselenggaranya kegiatan pelatihan/workshop literasi digital bagi masyarakat, penerbitan publikasi ilmiah pengabdian pada jurnal nasional terakreditasi atau prosiding seminar nasional PkM, penerbitan buku panduan/modul pelatihan ber-HKI, serta tersedianya publikasi media massa (cetak/elektronik) sebagai wujud akuntabilitas publik.

IKU Publikasi PkM:

  • Jurnal Pengabdian Nasional (Terakreditasi Sinta): Terbitnya artikel hasil PkM pada jurnal pengabdian masyarakat terakreditasi.
  • Prosiding Seminar PkM: Artikel PkM yang dipresentasikan pada seminar nasional/internasional bidang pengabdian masyarakat.

IKU Hak Cipta & Modul:

  • HKI Modul / Panduan PkM: Terdaftarnya Hak Cipta atas buku panduan, modul pelatihan literasi digital, atau media edukasi mitigasi bencana yang dibuat oleh tim PkM.

IKU Mitra & Dampak Kemasyarakatan:

  • Jumlah Mitra Dampingan: Terlibatnya kelompok masyarakat, UMKM, sekolah, atau perangkat desa dalam kegiatan pelatihan.
  • Publikasi Media Massa: Terliputnya kegiatan PkM pada media massa lokal/nasional (online atau cetak).
2026
Tahun ke-2

Tahun 2026 merupakan Tahap Pelatihan, Pendampingan, & Penerapan Perangkat Lunak Terintegrasi (Pelatihan & Aplikasi). Target operasional utama yang ingin dicapai meliputi:

  1. Pendampingan & Pelatihan Aplikasi Interaktif: Memberikan pelatihan dan pendampingan intensif kepada masyarakat sasaran (termasuk tenaga pendidik/sekolah) dalam pemanfaatan aplikasi interaktif, game edukasi, serta materi animasi hasil riset fakultas.
  2. Implementasi Perangkat Lunak bagi Komunitas & UMKM: Menerapkan dan mendampingi penggunaan perangkat lunak terintegrasi (software integration) untuk mendukung operasional kelompok masyarakat, organisasi lokal, serta digitalisasi UMKM mitra.
  3. Pelatihan Keselamatan & Mitigasi Berbasis IT: Menyelenggarakan pelatihan praktis penggunaan teknologi informasi untuk sistem peringatan dini dan keselamatan/mitigasi bencana di wilayah mitra (Smart Environment).
  4. Pengembangan Modul Pelatihan Terstruktur: Menyusun dan mendistribusikan modul-modul pelatihan teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan nyata mitra PkM.
IKU:

Luaran pengabdian masyarakat direalisasikan melalui terselenggaranya kegiatan pendampingan penggunaan perangkat lunak/aplikasi oleh masyarakat sasaran, terpublikasinya hasil PkM pada jurnal pengabdian nasional terakreditasi (Sinta) dan prosiding seminar PkM, terdaftarnya Hak Cipta/HKI atas modul pelatihan dan perangkat lunak aplikasi PkM, serta tersedianya publikasi media massa dan video dokumentasi kegiatan.

IKU Implementasi Aplikasi & Mitra PkM:

  • Jumlah Perangkat Lunak / Aplikasi Terimplementasi: Terimplementasikannya perangkat lunak interaktif/aplikasi bisnis sederhana pada kelompok masyarakat atau UMKM mitra.
  • Peningkatan Keterampilan Mitra: Terjadinya peningkatan kemampuan teknis mitra dalam mengoperasikan aplikasi dan media digital.

IKU Publikasi PkM:

  • Jurnal Pengabdian Nasional (Terakreditasi Sinta): Terbitnya artikel PkM berbasis penerapan teknologi aplikasi pada jurnal terakreditasi.
  • Prosiding Seminar PkM: Presentasi hasil pendampingan masyarakat dalam forum seminar nasional/internasional.

IKU Hak Cipta & Dokumen PkM:

  • HKI Modul / Hak Cipta Perangkat Lunak: Terdaftarnya HKI untuk modul pelatihan teknis dan Hak Cipta atas aplikasi yang diserahterimakan kepada mitra.

IKU Media & Visibilitas:

  • Publikasi Media Massa & Video Dokumentasi: Terpublikasikannya kegiatan PkM di media massa cetak/online serta ketersediaan video dokumentasi pengabdian.
2027
Tahun ke-3

Tahun 2027 merupakan Tahap Penerapan Produk Teknologi Tepat Guna & Prototipe Terintegrasi (Teknologi Tepat Guna & Prototipe). Target operasional utama yang ingin dicapai meliputi:

  1. Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG): Menerapkan dan memfasilitasi penggunaan teknologi tepat guna berbasis ilmu komputer (seperti perangkat IoT, embedded system, dan sistem otomasi sederhana) secara langsung di tengah masyarakat mitra.
  2. Implementasi Prototipe Terintegrasi di Lapangan: Menguji cobakan serta mengimplementasikan prototipe riset yang telah dikembangkan di tingkat laboratorium ke dalam lingkungan nyata masyarakat dan instansi mitra (misalnya aplikasi Smart Health, platform UMKM SmartHub, dan Smart Village).
  3. Inisiasi & Pendampingan Program Desa Cerdas (Smart Village): Memulai pembentukan dan pendampingan desa sasaran menuju program Smart Village berbasis tata kelola teknologi informasi dan infrastruktur IoT.
  4. Penguatan Keamanan & Privasi Data Masyarakat: Memberikan edukasi dan pendampingan mengenai keamanan informasi, privasi data, serta literasi keamanan siber bagi pengelola data di desa/instansi mitra.
IKU:

Luaran pengabdian masyarakat direalisasikan melalui tersedianya produk Teknologi Tepat Guna (TTG) atau prototipe yang dimanfaatkan langsung oleh mitra, penerbitan sertifikat HKI/Paten atas produk TTG, terpublikasinya artikel PkM pada jurnal pengabdian masyarakat terakreditasi nasional (Sinta) dan prosiding seminar PkM, serta tersedianya publikasi media massa dan dokumen kerja sama lanjutan dengan desa/instansi mitra.

IKU Produk & Teknologi Tepat Guna (TTG):

  • Jumlah Produk TTG Terimplementasi: Terpasangnya perangkat/sistem berbasis IoT (Smart Village), sistem pemantauan, atau prototipe terintegrasi di lokasi mitra.
  • Manfaat Operasional Mitra: Terjadinya peningkatan efisiensi kerja atau pelayanan publik di desa/komunitas mitra setelah penerapan TTG.

IKU Kekayaan Intelektual (KI) PkM:

  • HKI / Paten Sederhana TTG: Terdaftarnya Hak Cipta atau Paten Sederhana atas karya inovasi Teknologi Tepat Guna yang diserahterimakan kepada masyarakat.

IKU Publikasi PkM:

  • Jurnal Pengabdian Nasional (Terakreditasi Sinta): Publikasi hasil implementasi produk TTG pada jurnal pengabdian bereputasi.
  • Prosiding Seminar PkM: Presentasi hasil penerapan Smart Village atau prototipe lapangan pada seminar nasional/internasional.

IKU Kerjasama & Media:

  • MoU/MoA Desa Dampingan: Dokumen kerja sama resmi pengembangan Smart Village atau mitra UMKM/instansi.
  • Publikasi Media Massa: Terpublikasikannya liputan penerapan TTG PkM di media cetak/elektronik.
2028
Tahun ke-4

Tahun 2028 merupakan Tahap Komersialisasi Awal, Replikasi, & Penerapan Sistem Skala Luas (Komersialisasi & Penerapan Skala Luas). Target operasional utama yang ingin dicapai meliputi:

  1. Penerapan Sistem & Produk PkM Skala Luas (Scale-Up): Mengimplementasikan hasil riset terapan dan produk teknologi (seperti Smart Health, Smart Education, dan platform digital) secara penuh dan meluas di berbagai desa mitra, sekolah, maupun komunitas.
  2. Pengembangan & Optimalisasi Program Smart Village: Memperluas dan mengoptimalkan keterpaduan teknologi Smart Village berbasis IoT dan sistem kendali (embedded system) pada wilayah desa dampingan.
  3. Komersialisasi Awal & Pendampingan Bisnis Digital: Mendampingi UMKM mitra dalam penerapan platform UMKM SmartHub berbasis komersial, termasuk integrasi ke ekosistem e-commerce dan sistem pembayaran digital.
  4. Penguatan Layanan Keamanan & Audit TI Mitra: Memberikan layanan pengujian keselamatan/keamanan jaringan dan audit sistem informasi bagi instansi lokal, desa, atau UMKM mitra untuk memastikan keandalan data.
IKU:

Luaran pengabdian masyarakat direalisasikan melalui tersedianya sistem/produk PkM terintegrasi yang terpasang penuh dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat/mitra, diperolehnya Paten/HKI yang terlisensi atau dikomersialkan bersama mitra industri/UMKM, terpublikasikannya artikel hasil PkM pada jurnal pengabdian nasional terakreditasi peringkat tinggi (Sinta) / jurnal internasional, serta tersedianya buku saku/panduan operasional komersial dan liputan media massa nasional.

IKU Penerapan & Replikasi Produk PkM:

  • Jumlah Wilayah / Mitra Replikasi: Bertambahnya jumlah desa mitra (Smart Village) dan UMKM yang mengadopsi produk teknologi dari PkM.
  • Efektivitas Pemanfaatan Produk: Keberhasilan integrasi operasional produk Smart Health, Smart Education, dan E-Business di lokasi sasaran.

IKU Kekayaan Intelektual & Komersialisasi:

  • Paten Granted / Lisensi HKI PkM: Diperolehnya sertifikat Paten atau lisensi penggunaan HKI atas produk TTG dan aplikasi terintegrasi yang diterapkan di masyarakat.

IKU Publikasi PkM:

  • Jurnal Pengabdian Terakreditasi Tinggi (Sinta / Internasional): Publikasi karya PkM berbasis pengujian performa dan dampak sosial-ekonomi di jurnal bereputasi.
  • Prosiding Konferensi PkM: Presentasi hasil penerapan teknologi skala luas pada forum ilmiah pengabdian.

IKU Media & Kerja Sama:

  • Publikasi Media Massa Nasional: Terliputnya keberhasilan implementasi Smart Village dan hilirisasi PkM di media cetak/elektronik bereputasi.
  • Perjanjian Kerja Sama Kemitraan (MoA/SpK): Dokumen kerja sama komersial/pendampingan berkelanjutan dengan pemerintah daerah atau mitra industri.
2029
Tahun ke-5

Tahun 2029 merupakan Puncak Mandiri & Hilirisasi Produk PkM Berkelanjutan (Kemandiri & Hilirisasi Total). Target operasional utama yang ingin dicapai meliputi:

  1. Mewujudkan Desa Cerdas Otonom (Otonom Smart Village): Terwujudnya sistem Otonom Smart Village yang serba mandiri berbasis IoT, energi terbarukan, dan sistem kendali (embedded system) yang dikelola sepenuhnya oleh masyarakat/pemerintah desa mitra.
  2. Hilirisasi & Komersialisasi Total Produk PkM: Komersialisasi dan penyebaran massal produk-produk PkM (seperti aplikasi Smart Health, game/media edukasi interaktif Smart Education, dan platform UMKM SmartHub) sehingga dapat diakses dan digunakan secara mandiri oleh masyarakat luas.
  3. Kemandirian Digital Kemasyarakatan & UMKM: Terciptanya ekosistem digital mandiri pada UMKM mitra dan kelompok masyarakat melalui adopsi penuh platform digital, strategi resiliensi siber, serta tata kelola keamanan informasi yang matang.
  4. Keberlanjutan Program (Sustainability & Knowledge Transfer): Melakukan serah terima seluruh infrastruktur, teknologi, dan model pengelolaan kepada masyarakat sasaran guna menjamin keberlanjutan dampak PkM tanpa ketergantungan penuh pada akademisi.
IKU:

Luaran pengabdian masyarakat direalisasikan melalui terbentuknya Desa Cerdas Mandiri / Kawasan Binaan Berkelanjutan, terwujudnya produk PkM komersial berbasis Paten/HKI granted yang dimanfaatkan secara luas, penerbitan buku kompilasi/model pengabdian masyarakat terbaik, terpublikasikannya artikel hasil PkM pada jurnal pengabdian nasional terakreditasi bereputasi tinggi (Sinta) / jurnal internasional, serta tersedianya dokumentasi dampak sosial-ekonomi (ROI & Impact Evaluation) di media massa bereputasi. 

IKU Kemandirian Mitra & Desa Binaan:

  • Jumlah Desa / Komunitas Mandiri: Terwujudnya desa mitra berbasis Otonom Smart Village yang mengelola teknologi secara mandiri.
  • Tingkat Adopsi Teknologi: Tingginya penggunaan platform UMKM SmartHub, aplikasi kesehatan, dan media edukasi di masyarakat sasaran.

IKU Kekayaan Intelektual & Hilirisasi PkM:

  • Paten / HKI Terkomersialisasi: Lisensi dan adopsi produk TTG/aplikasi riset-PkM yang diadopsi oleh industri, pemerintah, atau dipasarkan secara komersial.

IKU Publikasi & Monograf PkM:

  • Jurnal Pengabdian Internasional / Sinta Bereputasi: Publikasi ilmiah yang mengevaluasi dampak jangka panjang keberlanjutan program PkM.
  • Buku Model Pengabdian / Monograf PkM: Penerbitan buku saku/monograf panduan pembentukan Smart Village dan pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi.

IKU Kemitraan & Technopreneurship Masyarakat:

  • Kemitraan Berkelanjutan (MoA/SpK): Terjalinnya hubungan kemitraan strategis jangka panjang antara kampus, industri, dan pemerintah daerah.
  • Penguatan Ekosistem Technopreneur: Terciptanya kelompok usaha masyarakat/UMKM digital berbasis hasil hilirisasi PkM.
Visi Roadmap Penelitian (2025 - 2029)
Download Roadmap

Fokus Keunggulan Riset Fakultas:

Menjadi Pusat Keunggulan Riset Interdisipliner di Bidang Bisnis, Sosial, dan Hukum Berbasis Technopreneurship yang Inovatif, Adaptif Terhadap Teknologi Digital, dan Bereputasi Nasional Menuju Pengakuan Global pada Tahun 2029.

Rencana Operasional (RENOP) Oleh Program Studi:
Rencana Strategis Tahunan Penelitian
2025
Tahun ke-1

Pada tahun 2025, fokus operasional fakultas diarahkan pada pemetaan, inisiasi, dan integrasi awal teknologi digital serta kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam kegiatan riset lintas disiplin. Target operasional tahun 2025 meliputi:

  1. Penguatan Riset Interdisipliner Berbasis AI & Digital: Membentuk setidaknya empat Konsorsium Riset Interdisipliner Fakultas yang menggabungkan peneliti dari empat prodi untuk mengkaji dampak AI terhadap lanskap bisnis, etika komunikasi, dan kepastian hukum digital.
  2. Standardisasi Metodologi Riset Digital: Menyelenggarakan workshop dan pelatihan metodologi riset tingkat fakultas yang berfokus pada Big Data Analytics, Computational Social Science, dan Digital Legal Research untuk meningkatkan kapasitas para dosen.
  3. Inisiasi Klinik HKI dan Komersialisasi Hasil Riset: Membangun sistem pendampingan internal fakultas untuk mengidentifikasi dan memfasilitasi pencatatan Kekayaan Intelektual (Hak Cipta/Paten) dari hasil riset dosen dan mahasiswa secara lebih terstruktur.
  4. Penyusunan Road Map Riset Terintegrasi Kurikulum: Memastikan hasil-hasil riset dasar dan terapan tahun 2025 diserap langsung ke dalam pembaruan bahan ajar dan modul perkuliahan di seluruh prodi.
IKU:

Target luaran kuantitatif tahun 2025 ini merupakan hasil komitmen bersama yang ditopang dan disumbangkan secara bergotong-royong oleh empat Program Studi (Prodi Hukum, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Bisnis Digital, dan Prodi Manajemen):

  1. IKU Publikasi Ilmiah Nasional (SINTA 1–4): Target akumulasi fakultas adalah 24 Artikel jurnal terindeks SINTA 1 hingga 4. Capaian ini ditargetkan bersumber dari kontribusi rata-rata 6 artikel per prodi, dengan rincian minimal 4 artikel menembus jurnal SINTA 1–2 bereputasi tinggi, dan 20 artikel terpublikasi pada jurnal SINTA 3–4.
  2. IKU Publikasi Ilmiah Internasional Bereputasi (Scopus/WoS): Target akumulasi fakultas adalah empat Artikel terindeks Scopus atau Web of Science. Setiap prodi ditargetkan menyumbangkan minimal satu artikel, baik berupa riset mandiri maupun hasil kolaborasi riset lintas prodi dan institusi luar.
  3. IKU Kekayaan Intelektual (KI) Hak Cipta / Paten: Target akumulasi fakultas adalah 16 HKI terdaftar. Setiap prodi berkontribusi rata-rata empat HKI, yang mencakup karya cipta buku riset, modul terdaftar, karya tulis ilmiah terpublikasi resmi, maupun draf sistem/perangkat lunak aplikasi.
  4. IKU Pengembangan Bahan Ajar / Modul Berbasis Riset: Target akumulasi fakultas adalah delapan Modul atau Buku Ajar. Masing-masing prodi wajib menghasilkan dua modul atau buku ajar yang mengintegrasikan temuan riset adopsi teknologi digital tahun 2025 ke dalam bahan kuliah mahasiswa.
  5. IKU Kemitraan & Kerja Sama Riset (MoU/MoA): Target akumulasi fakultas adalah empat Kerja Sama Riset resmi. Ditargetkan minimal terdapat satu kemitraan riset eksternal aktif per prodi yang terjalin dengan universitas mitra, instansi pemerintah, atau sektor industri/komunitas.
  6. IKU Produk Tepat Guna / Terapan Riset: Target akumulasi fakultas adalah empat Produk Terapan. Setiap prodi wajib melahirkan minimal satu produk riset terapan yang siap dimanfaatkan, seperti draf naskah akademik/kebijakan hukum (Hukum), panduan etika komunikasi digital/AI (Ilmu Komunikasi), prototipe/model bisnis FinTech (Bisnis Digital), serta perangkat analisis operasional digital (Manajemen).
2026
Tahun ke-2

Pada tahun 2026, riset FBIS bergerak dari fondasi eksplorasi awal menuju tahap riset terapan dan inovasi tata kelola. Riset difokuskan pada pemanfaatan technopreneurship, penguatan corporate governance, perlindungan hak-hak digital, serta monetisasi aset informasi. Target operasional tahun 2026 meliputi:

  1. Pengembangan Model Bisnis Terapan & Inkubasi Riset: Mengakselerasi hasil riset dasar tahun 2025 menjadi model bisnis terapan, strategi scale-up digital startup, serta analisis perilaku konsumen berbasis teknologi digital.
  2. Inovasi Tata Kelola & Perlindungan Hukum Digital: Mendorong riset lintas disiplin mengenai formulasi perlindungan data pribadi, perlindungan HKI produk digital, keamanan transaksi FinTech, dan regulasi aset digital.
  3. Penguatan Konsorsium & Publikasi Berdampak Tinggi: Meningkatkan kuantitas riset kolaboratif antara empat prodi dengan universitas mitra nasional dan industri untuk membidik jurnal bereputasi internasional (Scopus).
  4. Komersialisasi & Hilirisasi Hasil Riset ke Dudi (Dunia Usaha & Dunia Industri): Membangun mekanisme penghubung agar hasil riset terapan fakultas dapat diadopsi langsung oleh pelaku industri, UMKM, dan pembuat kebijakan.
IKU:

Target luaran kuantitatif tahun 2026 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebagai hasil dari kematangan kolaborasi empat Program Studi (Prodi Hukum, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Bisnis Digital, dan Prodi Manajemen):

  1. IKU Publikasi Ilmiah Nasional (SINTA 1–4): Target akumulasi fakultas adalah 28 Artikel jurnal terindeks SINTA 1 hingga 4. Capaian ini bersumber dari kontribusi rata-rata 7 artikel per prodi, dengan rincian minimal 6 artikel menembus jurnal bereputasi tinggi SINTA 1–2, dan 22 artikel terpublikasi pada jurnal SINTA 3–4.
  2. IKU Publikasi Ilmiah Internasional Bereputasi (Scopus/WoS): Target akumulasi fakultas meningkat menjadi 6 Artikel terindeks Scopus atau Web of Science. Setiap prodi ditargetkan menyumbangkan minimal 1 hingga 2 artikel berbasis kolaborasi riset nasional/internasional.
  3. IKU Kekayaan Intelektual (KI) Hak Cipta / Paten: Target akumulasi fakultas adalah 20 HKI terdaftar. Setiap prodi berkontribusi rata-rata 5 HKI, berupa pencatatan hak cipta atas model bisnis terapan, panduan tata kelola digital, modul riset terdaftar, maupun draf paten sederhana/sistem perangkat lunak.
  4. IKU Pengembangan Bahan Ajar / Modul Berbasis Riset: Target akumulasi fakultas adalah 12 Modul atau Buku Ajar. Masing-masing prodi menghasilkan 3 modul atau buku ajar ber-ISBN/HKI yang mengintegrasikan hasil riset terapan technopreneurship dan hukum digital tahun 2026.
  5. IKU Kemitraan & Kerja Sama Riset (MoU/MoA): Target akumulasi fakultas adalah 6 Kerja Sama Riset aktif. Setiap prodi minimal menjalin 1 hingga 2 kemitraan riset baru berskala nasional dengan industri, kementerian/lembaga pemerintah, atau perguruan tinggi bereputasi.
  6. IKU Produk Tepat Guna / Terapan Riset: Target akumulasi fakultas adalah 6 Produk Terapan. Ke-4 prodi berkontribusi menghasilkan produk riset terapan yang siap pakai, seperti naskah kebijakan (policy paper) perlindungan data/HKI (Hukum), panduan manajemen reputasi krisis digital (Ilmu Komunikasi), aplikasi/prototipe e-commerce & FinTech (Bisnis Digital), serta kerangka corporate governance digital bagi perusahaan rintisan (Manajemen).
2027
Tahun ke-3

Pada tahun 2027, riset FBIS berfokus pada integrasi prinsip keberlanjutan (sustainability), ekonomi hijau (green economy), tata kelola lingkungan, sosial, dan korporasi (ESG - Environmental, Social, and Governance), serta kesetaraan dalam masyarakat digital. Target operasional tahun 2027 meliputi:

  1. Inisiasi Riset Berbasis Green Business & ESG: Mengarahkan konsorsium riset fakultas untuk mengkaji adopsi praktik green marketing, green supply chain, akuntansi lingkungan, dan kepatuhan hukum lingkungan bagi industri serta UMKM digital.
  2. Penguatan Riset Komunikasi Inklusif & Keadilan Digital: Mendorong riset lintas disiplin mengenai kesetaraan akses teknologi, kesetaraan gender di dunia kerja digital (female technopreneurship), serta perlindungan kelompok rentan dalam ekosistem digital.
  3. Akselerasi Konsorsium Riset Multidisiplin Internasional: Memperluas kerja sama riset dengan peneliti dari luar negeri guna meningkatkan rasio publikasi pada jurnal internasional bereputasi tinggi (Scopus Q1/Q2).
  4. Penyusunan Policy Brief & Standar Keberlanjutan: Mengonversi hasil-hasil riset keberlanjutan menjadi rekomendasi kebijakan (policy paper) untuk instansi pemerintah dan panduan praktik ESG bagi dunia usaha.
IKU:

Target luaran kuantitatif tahun 2027 mencerminkan kematangan kualitas riset dan jangkauan publikasi dari empat Program Studi (Prodi Hukum, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Bisnis Digital, dan Prodi Manajemen):

  1. IKU Publikasi Ilmiah Nasional (SINTA 1–4): Target akumulasi fakultas adalah 32 Artikel jurnal terindeks SINTA 1 hingga 4. Capaian ini bersumber dari kontribusi rata-rata 8 artikel per prodi, dengan rincian minimal 8 artikel menembus jurnal bereputasi tinggi SINTA 1–2, dan 24 artikel terpublikasi pada jurnal SINTA 3–4.
  2. IKU Publikasi Ilmiah Internasional Bereputasi (Scopus/WoS): Target akumulasi fakultas meningkat menjadi 8 Artikel terindeks Scopus atau Web of Science. Ke-4 prodi berkolaborasi menyumbangkan masing-masing 2 artikel berkualitas tinggi dengan fokus isu keberlanjutan dan digitalisasi.
  3. IKU Kekayaan Intelektual (KI) Hak Cipta / Paten: Target akumulasi fakultas adalah 24 HKI terdaftar. Setiap prodi berkontribusi rata-rata 6 HKI, mencakup pencatatan Hak Cipta atas buku monograf riset ESG, panduan etika komunikasi hijau, draf paten sederhana terkait teknologi ramah lingkungan, maupun instrumen audit digital.
  4. IKU Pengembangan Bahan Ajar / Modul Berbasis Riset: Target akumulasi fakultas adalah 16 Modul atau Buku Ajar. Masing-masing prodi menghasilkan 4 modul atau buku ajar ber-ISBN/HKI yang mengintegrasikan hasil riset green business, komunikasi inklusif, dan hukum lingkungan digital.
  5. IKU Kemitraan & Kerja Sama Riset (MoU/MoA): Target akumulasi fakultas adalah 8 Kerja Sama Riset aktif. Setiap prodi minimal menjalin 2 kemitraan riset baru berskala nasional maupun internasional dengan LSM/NGO lingkungan, lembaga pemerintah, atau konsorsium riset luar negeri.
  6. IKU Produk Tepat Guna / Terapan Riset: Target akumulasi fakultas adalah 8 Produk Terapan. Ke-4 prodi berkontribusi menghasilkan produk terapan berbasis keberlanjutan, seperti draf regulasi/kebijakan hukum lingkungan digital (Hukum), panduan kampanye sosial & komunikasi isu ESG (Ilmu Komunikasi), platform/aplikasi green e-commerce (Bisnis Digital), serta kerangka penilaian/audit kinerja ESG bagi UMKM (Manajemen).
2028
Tahun ke-4

Pada tahun 2028, riset FBIS memasuki tahap dampak strategis nasional, komersialisasi HKI, dan inovasi kebijakan publik. Hasil-hasil riset dasar dan terapan dari tahun-tahun sebelumnya ditingkatkan skalanya agar memberikan kontribusi nyata bagi pembuat kebijakan, regulasi nasional, serta industri skala besar. Target operasional tahun 2028 meliputi:

  1. Komersialisasi & Hilirisasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI): Mengakselerasi lisensi dan komersialisasi produk riset, paten sederhana, serta sistem/aplikasi terapan hasil kolaborasi dosen dan mahasiswa ke dunia usaha/industri.
  2. Penyusunan Naskah Akademik & Policy Paper Tingkat Nasional: Mengonversi temuan riset lintas disiplin FBIS menjadi naskah akademik untuk usulan regulasi/kebijakan publik (policy brief) yang diserahkan kepada kementerian, lembaga pemerintah nasional, atau pemerintah daerah.
  3. Penguatan Konsorsium Riset Bereputasi Internasional: Meningkatkan intensitas kolaborasi riset dengan universitas luar negeri untuk mendorong publikasi pada jurnal bereputasi tinggi (Scopus Q1/Q2 dan Web of Science).
  4. Inkubasi Research-based Spin-off: Mendorong lahirnya entitas bisnis rintisan berbasis hasil riset (research spin-off) yang mengintegrasikan aspek hukum, komunikasi digital, dan manajemen bisnis.
IKU:

Target luaran kuantitatif tahun 2028 makin meningkat signifikan untuk memperkuat reputasi nasional dan internasional dari empat Program Studi (Prodi Hukum, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Bisnis Digital, dan Prodi Manajemen):

  1. IKU Publikasi Ilmiah Nasional (SINTA 1–4): Target akumulasi fakultas adalah 36 Artikel jurnal terindeks SINTA 1 hingga 4. Capaian ini bersumber dari kontribusi rata-rata 9 artikel per prodi, dengan rincian minimal 10 artikel menembus jurnal bereputasi tinggi SINTA 1–2, dan 26 artikel terpublikasi pada jurnal SINTA 3–4.
  2. IKU Publikasi Ilmiah Internasional Bereputasi (Scopus/WoS): Target akumulasi fakultas meningkat menjadi 12 Artikel terindeks Scopus atau Web of Science. Setiap prodi ditargetkan berkontribusi menyumbangkan 3 artikel bereputasi internasional, di mana minimal setengahnya berada pada kuartil Q1/Q2.
  3. IKU Kekayaan Intelektual (KI) Hak Cipta / Paten: Target akumulasi fakultas adalah 28 HKI terdaftar/terkomersialisasi. Ke-4 prodi berkontribusi rata-rata 7 HKI, yang diprioritaskan pada paten sederhana, hak cipta perangkat lunak/sistem digital, serta buku monograf riset strategis.
  4. IKU Pengembangan Bahan Ajar / Modul Berbasis Riset: Target akumulasi fakultas adalah 20 Modul atau Buku Ajar. Masing-masing prodi menghasilkan 5 modul atau buku ajar ber-ISBN/HKI yang telah diuji coba dan mengintegrasikan temuan riset strategis nasional.
  5. IKU Kemitraan & Kerja Sama Riset (MoU/MoA): Target akumulasi fakultas adalah 10 Kerja Sama Riset aktif. Setiap prodi minimal menjalin 2 hingga 3 kemitraan riset baru skala nasional/internasional dengan kementerian, BUMN, industri nasional, atau lembaga riset internasional.
  6. IKU Produk Tepat Guna / Terapan Riset: Target akumulasi fakultas adalah 10 Produk Terapan. Ke-4 prodi menyumbangkan produk terapan bernilai tinggi, seperti draf rancangan undang-undang/peraturan daerah/naskah akademik (Hukum), model strategi komunikasi krisis nasional & PR digital analytics (Ilmu Komunikasi), sistem/situs cross-border e-commerce & FinTech analytics (Bisnis Digital), serta cetak biru (blueprint) rantai pasok digital & corporate restructuring (Manajemen).
2029
Tahun ke-5

Pada tahun 2029, riset FBIS mencapai tahap puncak reputasi nasional dan pengakuan internasional (global recognition). Hasil-hasil riset interdisipliner fakultas tidak hanya menjadi rujukan nasional tetapi juga diakui di tingkat internasional serta terintegrasi penuh dalam ekosistem technopreneurship global. Target operasional tahun 2029 meliputi:

  1. Pengakuan & Reputasi Riset Internasional: Mengokohkan posisi FBIS sebagai pusat riset unggulan (center of excellence) dalam kajian bisnis digital, komunikasi media baru, hukum teknologi, dan manajemen inovasi di tingkat regional Asia Tenggara dan global.
  2. Internasionalisasi Kolaborasi & Riset Cross-Border: Melaksanakan riset kolaborasi internasional multi-negara (joint research) yang mengkaji fenomena cross-border e-commerce, hukum perdagangan digital internasional, dan etika kecerdasan buatan global.
  3. Penyempurnaan Ekosistem Research Spin-off & Lisensi HKI Global: Memastikan komersialisasi HKI, paten, serta lisensi sistem/aplikasi terapan FBIS dapat menembus pasar internasional dan diadopsi oleh industri global.
  4. Integrasi Hasil Riset ke dalam Standar Kurikulum Global: Menggunakan luaran riset unggulan lima tahun terakhir untuk memperbarui kurikulum dan bahan ajar berstandar internasional bagi ke-4 prodi di lingkungan FBIS.
IKU:

Target luaran kuantitatif tahun 2029 merupakan capaian puncak tertinggi akumulasi fakultas yang didukung secara sinergis oleh empat Program Studi (Prodi Hukum, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Bisnis Digital, dan Prodi Manajemen):

  1. IKU Publikasi Ilmiah Nasional (SINTA 1–4): Target akumulasi fakultas adalah 40 Artikel jurnal terindeks SINTA 1 hingga 4. Capaian ini bersumber dari kontribusi rata-rata 10 artikel per prodi, dengan mayoritas difokuskan pada jurnal bereputasi tinggi yaitu 12 artikel di SINTA 1–2, dan 28 artikel di SINTA 3–4.
  2. IKU Publikasi Ilmiah Internasional Bereputasi (Scopus/WoS): Target akumulasi fakultas mencapai angka puncak 16 Artikel terindeks Scopus atau Web of Science. Masing-masing dari 4 prodi menyumbangkan 4 artikel publikasi internasional, dengan dominasi pada kuartil teratas (Scopus Q1/Q2) berbasis riset joint-authorship internasional.
  3. IKU Kekayaan Intelektual (KI) Hak Cipta / Paten: Target akumulasi fakultas adalah 32 HKI terdaftar/terkomersialisasi. Ke-4 prodi berkontribusi rata-rata 8 HKI, yang mencakup paten terdaftar, hak cipta atas sistem software digital, buku internasional/monograf riset, serta lisensi teknologi.
  4. IKU Pengembangan Bahan Ajar / Modul Berbasis Riset: Target akumulasi fakultas adalah 24 Modul atau Buku Ajar. Masing-masing prodi menghasilkan 6 modul atau buku ajar (termasuk modul/buku ber-ISBN dalam bahasa internasional) yang bersumber dari hasil riset terapan dan kolaborasi global.
  5. IKU Kemitraan & Kerja Sama Riset (MoU/MoA): Target akumulasi fakultas adalah 12 Kerja Sama Riset aktif. Setiap prodi minimal memiliki 3 kemitraan riset internasional dengan universitas luar negeri, lembaga riset internasional, atau perusahaan multinasional.
  6. IKU Produk Tepat Guna / Terapan Riset: Target akumulasi fakultas adalah 12 Produk Terapan. Ke-4 prodi menghasilkan produk terapan berskala global/nasional, seperti rancangan harmonisasi hukum bisnis internasional digital (Hukum), kerangka kerja strategi komunikasi publik & PR internasional (Ilmu Komunikasi), platform/ekosistem cross-border e-commerce analytics (Bisnis Digital), serta model manajemen rantai pasok global & efisiensi technopreneurship (Manajemen).
Visi Roadmap Abdimas (PKM) (2025 - 2029)
Download Roadmap

Pemberdayaan Masyarakat:

Menjadi Pelopor Pengabdian Masyarakat Terintegrasi di Bidang Bisnis, Sosial, dan Hukum Berbasis Technopreneurship untuk Mewujudkan Ekosistem UMKM dan Komunitas Digital yang Mandiri, Inklusif, serta Berdaya Saing Berkelanjutan pada Tahun 2029.

Rencana Operasional (RENOP) Oleh Program Studi:
Rencana Strategis Tahunan Abdimas (PKM)
2025
Tahun ke-1

Pada tahun 2025, fokus operasional PkM fakultas diarahkan pada peningkatan literasi dasar digital, kesadaran hukum usaha, serta pendampingan manajemen/komunikasi dasar bagi pelaku UMKM dan komunitas lokal. Target operasional PkM tahun 2025 meliputi:

  1. Inisiasi Program PkM Interdisipliner Terpadu: Membentuk setidaknya empat Tim PkM Lintas Disiplin Fakultas yang menggabungkan kepakaran dosen dari 4 prodi (Hukum, Ilmu Komunikasi, Bisnis Digital, dan Manajemen) untuk mendampingi wilayah/komunitas sasaran secara komprehensif.
  2. Inisiasi Klinik Hukum & Bisnis Digital Komunitas: Mendirikan pusat pendampingan/konsultasi gratis (legal & business clinic) bagi UMKM mitra terkait kelengkapan izin usaha, pencatatan keuangan digital sederhana, dan strategi promosi digital.
  3. Edukasi Keamanan Data & Etika Berinternet: Menyelenggarakan rangkaian sosialisasi literasi digital, pencegahan penipuan transaksi digital, dan etika bermedia sosial bagi kelompok masyarakat, anak muda, dan wirausaha pemula.
  4. Penyusunan Modul Pelatihan Komunitas: Mengonversi materi PkM dasar menjadi panduan praktis yang mudah dipahami oleh masyarakat dan pelaku UMKM mitra.
IKU:

Target luaran kuantitatif tahun 2025 ini ditopang dan didukung secara bergotong-royong oleh empat Program Studi (Prodi Hukum, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Bisnis Digital, dan Prodi Manajemen):

  1. IKU Publikasi Hasil PkM (Jurnal PkM SINTA & Internasional): Target akumulasi fakultas adalah 16 Artikel Hasil PkM. Ditargetkan 12 artikel terpublikasi pada jurnal pengabdian terindeks SINTA (SINTA 3–6) bersumber dari rata-rata 3 artikel per prodi, serta 4 artikel hasil PkM terpublikasi pada jurnal pengabdian internasional/prosiding bereputasi.
  2. IKU Kekayaan Intelektual (KI) Hak Cipta / Paten dari PkM: Target akumulasi fakultas adalah 12 HKI. Setiap prodi berkontribusi rata-rata 3 HKI, berupa pencatatan Hak Cipta atas panduan praktis PkM, buku saku UMKM, karya audio-visual sosialisasi masyarakat, maupun poster/materi edukasi terdaftar.
  3. IKU Modul Pelatihan / Panduan Praktis Masyarakat: Target akumulasi fakultas adalah 8 Modul / Buku Saku PkM. Masing-masing prodi menghasilkan 2 modul pelatihan praktis (misalnya: Modul Legalitas Usaha Mikro, Modul Digital Marketing Dasar, Modul Pembukuan Sederhana, atau Modul Etika Komunikasi Digital).
  4. IKU Kemitraan & Kerja Sama PkM (MoU/MoA): Target akumulasi fakultas adalah 8 Kemitraan PkM. Setiap prodi minimal menjalin 2 kerja sama mitra sasaran (seperti dinas UMKM/koperasi lokal, asosiasi pedagang, pemerintah desa, atau sekolah/komunitas pemuda).
  5. IKU Produk Tepat Guna / Terapan PkM: Target akumulasi fakultas adalah 4 Produk Terapan PkM. Ke-4 prodi berkolaborasi menghasilkan produk terapan langsung bagi masyarakat, seperti draf SOP Legalitas Usaha Mikro (Hukum), Templat Konten Promosi & Panduan Media Sosial (Ilmu Komunikasi), Sistem Katalog Digital/E-commerce Sederhana (Bisnis Digital), serta Template Pembukuan Digital Berbasis Aplikasi (Manajemen).
2026
Tahun ke-2

Pada tahun 2026, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat FBIS melangkah dari tahap literasi dasar ke tahap inkubasi wirausaha digital (technopreneurship) dan pendampingan legalitas/tata kelola secara lebih intensif. Target fokus capaian PkM tahun 2026 meliputi:

  1. Inkubasi Usaha Rintisan & UMKM Digital: Memfasilitasi pendampingan langsung bagi UMKM mitra dan wirausaha pemula dalam mengadopsi teknologi pembayaran (payment gateway/FinTech), otomatisasi operasional, dan efisiensi manajemen usaha.
  2. Pendampingan Perlindungan Hak Digital & HKI Komunitas: Memberikan bantuan hukum praktis dan pendampingan pendaftaran Hak Cipta, Merek Usaha, serta perlindungan data pribadi bagi pelaku bisnis digital di tingkat lokal.
  3. Penguatan Media Komunikasi & Branding Publik Mitra: Membantu instansi lokal, komunitas, dan UMKM dalam menyusun strategi Public Relations, iklan media digital terarah, serta kampanye komunikasi publik yang efektif.
  4. Pengembangan Program Mitra Binaan Berkelanjutan: Meningkatkan durasi dan kedalaman program pengabdian melalui pembentukan desa/komunitas binaan berbasis technopreneurship.
IKU:

Target luaran kuantitatif PkM tahun 2026 mengalami peningkatan kualitas dan dampak, yang ditopang secara bergotong-royong oleh empat Program Studi (Prodi Hukum, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Bisnis Digital, dan Prodi Manajemen):

  1. IKU Publikasi Hasil PkM (Jurnal PkM SINTA & Internasional): Target akumulasi fakultas adalah 20 Artikel Hasil PkM. Ditargetkan 15 artikel terpublikasi pada jurnal pengabdian terindeks SINTA (SINTA 3–5) bersumber dari kontribusi rata-rata 3–4 artikel per prodi, serta 5 artikel hasil PkM terpublikasi pada jurnal pengabdian internasional/prosiding bereputasi.
  2. IKU Kekayaan Intelektual (KI) Hak Cipta / Paten dari PkM: Target akumulasi fakultas adalah 16 HKI. Ke-4 prodi berkontribusi rata-rata 4 HKI, mencakup pencatatan Hak Cipta atas buku panduan inkubasi bisnis, panduan legalitas merek, video tutorial manajemen operasional, maupun draf HKI produk mitra binaan.
  3. IKU Modul Pelatihan / Panduan Praktis Masyarakat: Target akumulasi fakultas adalah 12 Modul / Buku Saku PkM. Masing-masing prodi menghasilkan 3 modul pelatihan praktis (seperti Modul Pendaftaran Merek & HKI UMKM, Modul Strategi Iklan & PR Digital, Modul Integrasi Payment Gateway & FinTech, atau Modul Audit Operasional UMKM).
  4. IKU Kemitraan & Kerja Sama PkM (MoU/MoA): Target akumulasi fakultas adalah 12 Kemitraan PkM. Setiap prodi minimal menjalin 3 kerja sama mitra sasaran baru (dengan Kamar Dagang dan Industri/Kadin lokal, Dinas Perindag, asosiasi UMKM kabupaten/kota, serta kelompok wirausaha muda).
  5. IKU Produk Tepat Guna / Terapan PkM: Target akumulasi fakultas adalah 6 Produk Terapan PkM. Ke-4 prodi berkolaborasi menghasilkan produk terapan berbasis solusif, seperti Dokumen Draf Sertifikasi Merek & Akad Bisnis (Hukum), Paket Kampanye Branding & Iklan Digital UMKM (Ilmu Komunikasi), Sistem Kasir/POS & Integrasi E-Commerce (Bisnis Digital), serta Sistem Manajemen Persediaan & Keuangan Terintegrasi (Manajemen).
2027
Tahun ke-3

Pada tahun 2027, fokus pengabdian FBIS meluas ke arah pemberdayaan masyarakat berbasis keberlanjutan (sustainability), bisnis hijau (green economy), dan inklusivitas sosial-digital. Target fokus capaian PkM tahun 2027 meliputi:

  1. Pendampingan UMKM Hijau & Ramah Lingkungan (Green Business): Membantu UMKM mitra mengadopsi kemasan ramah lingkungan, efisiensi energi operasional, serta penerapan prinsip tanggung jawab sosial dan lingkungan (ESG).
  2. Literasi Inklusif & Komunikasi Kesetaraan Gender/Difabel: Menyelenggarakan pelatihan literasi digital dan komunikasi inklusif yang dirancang khusus untuk kelompok difabel, perempuan wirausaha, serta masyarakat kelompok rentan agar mampu berpartisipasi aktif dalam ekonomi digital.
  3. Pendampingan Hukum Lingkungan & Etika Usaha Berkelanjutan: Memberikan penyuluhan dan bantuan hukum terkait regulasi lingkungan hidup, etika transaksi e-commerce, dan kepatuhan hukum bagi komunitas usaha lokal.
  4. Penguatan Program Desa Binaan Berkelanjutan: Mengintegrasikan hasil-hasil riset keberlanjutan ke dalam program pendampingan desa secara komprehensif dari aspek bisnis, hukum, komunikasi, dan teknologi.
IKU:

Target luaran kuantitatif PkM tahun 2027 mencerminkan dampak keberlanjutan dan perluasan kemitraan yang ditopang secara bergotong-royong oleh empat Program Studi (Prodi Hukum, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Bisnis Digital, dan Prodi Manajemen):

  1. IKU Publikasi Hasil PkM (Jurnal PkM SINTA & Internasional): Target akumulasi fakultas adalah 24 Artikel Hasil PkM. Ditargetkan 18 artikel terpublikasi pada jurnal pengabdian terindeks SINTA (SINTA 2–5) bersumber dari kontribusi rata-rata 4–5 artikel per prodi, serta 6 artikel hasil PkM terpublikasi pada jurnal pengabdian internasional/prosiding bereputasi.
  2. IKU Kekayaan Intelektual (KI) Hak Cipta / Paten dari PkM: Target akumulasi fakultas adalah 20 HKI. Ke-4 prodi berkontribusi rata-rata 5 HKI, berupa pencatatan Hak Cipta atas modul green business, panduan komunikasi inklusif, panduan hukum lingkungan usaha, serta draf paten sederhana alat/teknologi tepat guna ramah lingkungan.
  3. IKU Modul Pelatihan / Panduan Praktis Masyarakat: Target akumulasi fakultas adalah 16 Modul / Buku Saku PkM. Masing-masing prodi menghasilkan 4 modul pelatihan praktis (seperti Modul Hukum & Regulasi Lingkungan bagi Usaha Lokal, Modul Komunikasi Inklusif & Anti-Cyberbullying, Modul Digital Green Marketing, atau Modul Audit Sederhana ESG bagi UMKM).
  4. IKU Kemitraan & Kerja Sama PkM (MoU/MoA): Target akumulasi fakultas adalah 16 Kemitraan PkM. Setiap prodi minimal menjalin 4 kerja sama mitra sasaran baru (dengan Dinas Lingkungan Hidup, LSM/NGO bidang lingkungan dan kesetaraan, asosiasi wirausaha perempuan, serta pemerintah desa binaan).
  5. IKU Produk Tepat Guna / Terapan PkM: Target akumulasi fakultas adalah 8 Produk Terapan PkM. Ke-4 prodi berkolaborasi menghasilkan produk terapan berbasis keberlanjutan, seperti Panduan/SOP Kepatuhan Hukum Lingkungan UMKM (Hukum), Media Kampanye Sosial Inklusif & Komunikasi Lingkungan (Ilmu Komunikasi), Platform E-Commerce Produk Lokal Hijau (Bisnis Digital), serta Sistem Pencatatan & Manajemen Bisnis Berkelanjutan (Manajemen).
2028
Tahun ke-4

Pada tahun 2028, kegiatan PkM FBIS berfokus pada kemandirian ekosistem daerah melalui pengembangan Desa Digital (Smart Village) dan penguatan BUMDes/UMKM kawasan terpadu. Target fokus capaian PkM tahun 2028 meliputi:

  1. Pengembangan Model Smart Village Berbasis Technopreneurship: Mendorong digitalisasi desa secara komprehensif dengan mengintegrasikan sistem informasi desa, promosi potensi lokal, tata kelola keuangan, dan kepastian hukum aset desa.
  2. Akselerasi & Digitalisasi BUMDes (Badan Usaha Milik Desa): Dampingan intensif bagi BUMDes dalam penerapan tata kelola organisasi yang transparan (good corporate governance), pembukuan digital, legalitas kerja sama usaha, serta integrasi platform e-commerce.
  3. Pendampingan Strategi Komunikasi & Branding Pariwisata/Potensi Daerah: Membantu pemerintah desa dan komunitas lokal dalam membuat program digital storytelling, promosi pariwisata daerah, serta manajemen komunikasi publik berbasis media sosial.
  4. Klinik Hukum & Bisnis Terpadu Skala Regional: Memperluas jangkauan layanan konsultasi hukum dan bisnis gratis FBIS untuk mencakup pelaku usaha dan pemerintah desa di seluruh wilayah Banyumas Raya dan sekitarnya.
IKU:

Target luaran kuantitatif PkM tahun 2028 menunjukkan penguatan institusional dan hilirisasi solusi terapan yang ditopang secara bergotong-royong oleh empat Program Studi (Prodi Hukum, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Bisnis Digital, dan Prodi Manajemen):

  1. IKU Publikasi Hasil PkM (Jurnal PkM SINTA & Internasional): Target akumulasi fakultas adalah 28 Artikel Hasil PkM. Ditargetkan 20 artikel terpublikasi pada jurnal pengabdian terindeks SINTA (SINTA 2–4) bersumber dari kontribusi rata-rata 5 artikel per prodi, serta 8 artikel hasil PkM terpublikasi pada jurnal pengabdian internasional/prosiding bereputasi.
  2. IKU Kekayaan Intelektual (KI) Hak Cipta / Paten dari PkM: Target akumulasi fakultas adalah 24 HKI. Ke-4 prodi berkontribusi rata-rata 6 HKI, mencakup pencatatan Hak Cipta atas peta jalan (roadmap) Desa Digital, cetak biru BUMDes, video dokumenter potensi daerah, serta perangkat lunak/aplikasi manajemen desa.
  3. IKU Modul Pelatihan / Panduan Praktis Masyarakat: Target akumulasi fakultas adalah 20 Modul / Buku Saku PkM. Masing-masing prodi menghasilkan 5 modul pelatihan praktis (seperti Modul Legalitas Peraturan Desa & Aset BUMDes, Modul Digital Storytelling Pariwisata Desa, Modul Otomatisasi Transaksi BUMDes, atau Modul Manajemen Strategis BUMDes/UMKM).
  4. IKU Kemitraan & Kerja Sama PkM (MoU/MoA): Target akumulasi fakultas adalah 20 Kemitraan PkM. Setiap prodi minimal menjalin 5 kerja sama mitra sasaran baru (dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa/DIPERMADES, Pemerintah Desa Binaan, Forum BUMDes, serta Asosiasi Pariwisata Daerah).
  5. IKU Produk Tepat Guna / Terapan PkM: Target akumulasi fakultas adalah 10 Produk Terapan PkM. Ke-4 prodi berkolaborasi menghasilkan produk terapan berskala kawasan, seperti Draf Peraturan Desa & Akad Usaha BUMDes (Hukum), Portal/Media Promosi Pariwisata & Branding Desa Digital (Ilmu Komunikasi), Sistem Informasi & Marketplace Desa (Bisnis Digital), serta Sistem Tata Kelola Akuntansi & Manajemen BUMDes (Manajemen).
2029
Tahun ke-5

Pada tahun 2029, kegiatan PkM FBIS mencapai tahap pencapaian puncak kemandirian, percontohan nasional (model scaling), serta pengakuan dampak pengabdian (impact recognition):

  1. Pencapaian Ekosistem UMKM & Komunitas Digital Mandiri: Mewujudkan ekosistem UMKM dan komunitas mitra binaan yang sepenuhnya mandiri, inklusif, berdaya saing tinggi, dan berkelanjutan sesuai Visi Induk PkM FBIS 2029.
  2. Replikasi & Diseminasi Model Pengabdian Terintegrasi: Memperluas adopsi model pengabdian lintas disiplin (Bisnis, Sosial, Hukum berbasis Technopreneurship) ke skala nasional dan regional sebagai standar percontohan (best practice) bagi institusi lain.
  3. Pengakuan & Kemitraan PkM Tingkat Internasional: Memperluas jangkauan dampak PkM melalui kolaborasi dengan NGO internasional, lembaga donor, dan perguruan tinggi luar negeri dalam program community development lintas batas (cross-border engagement).
  4. Institusionalisasi Pusat Inovasi Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat: Mengokohkan keberadaan Center of Social Innovation & Technopreneurship FBIS sebagai hub kolaborasi antara akademisi, pemerintah, industri, komunitas, dan media (pentahelix).
IKU:

Target luaran kuantitatif PkM tahun 2029 merupakan capaian akumulatif puncak fakultas yang ditopang secara bergotong-royong oleh empat Program Studi (Prodi Hukum, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Bisnis Digital, dan Prodi Manajemen):

  1. IKU Publikasi Hasil PkM (Jurnal PkM SINTA & Internasional): Target akumulasi fakultas adalah 32 Artikel Hasil PkM. Ditargetkan 22 artikel terpublikasi pada jurnal pengabdian terindeks SINTA (SINTA 1–4) bersumber dari kontribusi rata-rata 5–6 artikel per prodi, serta 10 artikel hasil PkM terpublikasi pada jurnal pengabdian internasional/prosiding bereputasi.
  2. IKU Kekayaan Intelektual (KI) Hak Cipta / Paten dari PkM: Target akumulasi fakultas adalah 28 HKI. Ke-4 prodi berkontribusi rata-rata 7 HKI, mencakup pencatatan Hak Cipta atas draf/model kebijakan publik, cetak biru (blueprint) pengabdian, panduan pengabdian internasional, serta komersialisasi HKI/paten terapan masyarakat.
  3. IKU Modul Pelatihan / Panduan Praktis Masyarakat: Target akumulasi fakultas adalah 24 Modul / Buku Saku PkM. Masing-masing prodi menghasilkan 6 modul pelatihan praktis (termasuk modul terjemahan bahasa internasional/panduan standard operating procedure terkomersialisasi) yang ber-ISBN dan terdaftar HKI.
  4. IKU Kemitraan & Kerja Sama PkM (MoU/MoA): Target akumulasi fakultas adalah 24 Kemitraan PkM. Setiap prodi minimal menjalin 6 kerja sama mitra sasaran aktif, termasuk jaringan kemitraan dengan lembaga donor, NGO internasional, kementerian, dan konsorsium industri nasional.
  5. IKU Produk Tepat Guna / Terapan PkM: Target akumulasi fakultas adalah 12 Produk Terapan PkM. Ke-4 prodi menghasilkan produk terapan matang yang menjadi model nasional, seperti Draf Naskah Kebijakan/Model Harmonisasi Hukum UMKM Digital (Hukum), Frame-Work Strategi Komunikasi Publik & Crisis PR Komunitas (Ilmu Komunikasi), Ecosystem Platform Technopreneurship & Marketplace Terpadu (Bisnis Digital), serta Model Integrasi Supply Chain & Scale-Up Business UMKM (Manajemen).
Visi Roadmap Penelitian (2025 - 2029)
Download Roadmap

Fokus Keunggulan Riset Fakultas:

Menjadi Pusat Keunggulan Riset Kesehatan Berbasis Bukti (Evidence-Based Practice) dalam Bidang Health Care Maternal, Neonatal, dan Rehabilitasi Fisik yang Bereputasi Internasional serta Berorientasi Technopreneurship pada Tahun 2029.

Rencana Operasional (RENOP) Oleh Program Studi:
Rencana Strategis Tahunan Penelitian
2025
Tahun ke-1

Pada tahun 2025, bidang penelitian FIKES berfokus pada Fase Pemetaan Riset Klinis, Studi Dasar Epidemiologi, & Penguatan Evidence-Based Practice (EBP) (Clinical Mapping, Baseline Health Study, & EBP Phase).

  1. Pemetaan Masalah Kesehatan & Studi Pembanding (Baseline Study): Melakukan penelitian eksploratif dan studi epidemiologi dasar terkait angka kejadian stunting, komplikasi kehamilan/persalinan, kesehatan reproduksi, serta prevalensi gangguan gerak/muskuloskeletal pada kelompok masyarakat sasaran.
  2. Pengembangan Kerangka Evidence-Based Practice (EBP): Mengidentifikasi dan merancang intervensi klinis berbasis bukti ilmiah, mencakup terapi komplementer kebidanan dan protokol terapi fisik/rehabilitasi yang valid secara medis.
  3. Perancangan Prototipe Instrumentasi & Alat Tepat Guna Kesehatan: Merancang rancangan awal (desain/prototipe) instrumen deteksi dini kesehatan ibu-anak serta alat bantu rehabilitasi fisik terapan yang berpotensi memiliki nilai kebaruan ilmiah (novelty).
IKU:

Untuk mendukung target operasional tersebut, luaran gabungan dari Program Studi Kebidanan (S1) dan Fisioterapi (S1) diproyeksikan mencakup beberapa indikator utama:

IKU Luaran Artikel Ilmiah Nasional Terkareditasi (Sinta 1-4).

  • Ditargetkan mencapai 4 hingga 8 artikel. Publikasi ini berfokus pada hasil studi kasus klinis, studi epidemiologi dasar, serta evaluasi program PkM di Posyandu dan klinik binaan.

IKU Luaran Artikel Ilmiah Internasional Bereputasi (Scopus/WOS).

  • Ditargetkan mencapai 2 hingga 4 artikel. Luaran ini diprioritaskan pada riset berbasis bukti (Evidence-Based Practice) dalam kebidanan dan fisioterapi yang menembus jurnal terindeks global.

IKU Luaran Legalitas Kekayaan Intelektual (HKI/Paten).

  • Ditargetkan mencapai 5 hingga 10 HKI. Luaran ini mencakup Hak Cipta atas modul edukasi kesehatan, Standard Operating Procedure (SOP) terapi medis, panduan pelayanan mandiri, serta media edukasi kesehatan terstruktur.

IKU Luaran Bahan Ajar/Modul Ajar/Manual Book. 

  • Ditargetkan menghasilkan 4 hingga 6 buku. Penulisan difokuskan pada buku ajar, monograf kebidanan komunitas, dan fisioterapi dasar berbasis hasil penelitian dosen.

IKU Kerjasama/Kemitraan (MoU/PKS Riset): 

  • Ditargetkan menjalin 4 hingga 6 kemitraan strategis. Kerjasama ini dilakukan bersama Dinas Kesehatan, Puskesmas, Rumah Sakit, Klinik Mandiri, serta organisasi profesi seperti IBI (Ikatan Bidan Indonesia) dan IFI (Ikatan Fisioterapi Indonesia).

IKU Luaran Produk Tepat Guna/Terapan dan Model Pelayanan.

  • Ditargetkan menghasilkan 4 hingga 6 produk atau model terapan. Luaran ini berupa Panduan Praktik Klinis Terkomersialisasi, modul pelayanan kebidanan/fisioterapi mandiri, serta alat bantu fisik/kesehatan tepat guna yang siap digunakan di masyarakat.
2026
Tahun ke-2

Pada tahun 2026, Fakultas Ilmu Kesehatan berfokus pada Fase Pengembangan Model Pelayanan, Standarisasi Klinis, & Intervensi Terintegrasi (Service Model Development & Clinical Standardization Phase). Setelah berhasil memetakan masalah dasar di tahun 2025, langkah operasional difokuskan untuk memperkuat keilmuan kesehatan dasar dan mengembangkan model intervensi yang teruji melalui pendekatan berikut:

  1. Penerapan dan Validasi Evidence-Based Practice (EBP) di Klinis dan Komunitas: Mengimplementasikan standar pelayanan klinis baru, teknik terapi komplementer kebidanan, dan protokol rehabilitasi fisioterapi teruji langsung pada pasien di rumah sakit, puskesmas, serta klinik mitra.
  2. Pengembangan Model Pelayanan Kesehatan Terintegrasi: Membangun kolaborasi interprofesional (Interprofessional Collaboration) antara kebidanan dan fisioterapi dalam penanganan kesehatan ibu hamil, pasca melahirkan, tumbuh kembang anak, hingga pemulihan postur dan gerak fungsional masyarakat.
  3. Pengembangan Prototipe Alat Tepat Guna dan Media Edukasi Digital: Mengembangkan alat bantu fisik/rehabilitasi terapan sederhana, instrumen screening kesehatan berbasis teknologi informasi, dan media edukasi interaktif yang dirancang untuk mendukung kemandirian praktik bidan dan fisioterapis.
  4. Penguatan Klinik Mandiri dan Layanan Health Technopreneurship: Menginisiasi pembentukan model usaha jasa kesehatan mandiri (seperti baby & maternal spa, pusat rehabilitasi berbasis komunitas, dan home care terstandar) yang siap diadopsi oleh alumni maupun mitra profesi.
IKU:

Guna mendukung pencapaian target tersebut, proyeksi luaran gabungan dari Program Studi Kebidanan (S1) dan Fisioterapi (S1) meliputi:

IKU Luaran Artikel Ilmiah Nasional Terkareditasi (Sinta 1-4). 

  • Ditargetkan mencapai 10 hingga 14 artikel. Publikasi ini menekankan pada hasil uji klinis sederhana, efektivitas terapi komplementer, dan evaluasi penerapan model pelayanan kesehatan masyarakat.

IKU Luaran Artikel Ilmiah Internasional Bereputasi (Scopus/WOS). 

  • Ditargetkan mencapai 3 hingga 5 artikel. Luaran fokus pada hasil riset kolaboratif kebidanan dan fisioterapi yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah bereputasi global.

IKU Luaran Legalitas Kekayaan Intelektual (HKI/Paten). 

  • Ditargetkan mencapai 12 hingga 16 HKI. Luaran ini mencakup Hak Cipta atas buku panduan praktik klinis, modul Interprofessional Education/Collaboration, algoritma screening kesehatan, serta pendaftaran draft paten sederhana untuk alat bantu tepat guna.

IKU Luaran Bahan Ajar/Modul Ajar/Manual Book. 

  • Ditargetkan menghasilkan 3 hingga 5 buku. Penulisan berfokus pada buku referensi hasil penelitian intervensi kesehatan, panduan home care, dan buku ajar praktik klinis terintegrasi.

IKU Kerjasama/Kemitraan (MoU/PKS Riset dan PkM). 

  • Ditargetkan menjalin 4 hingga 6 kemitraan strategis. Perluasan kerja sama dilakukan dengan fasilitas pelayanan kesehatan primer dan sekunder, klinik swasta, pusat rehabilitasi, serta pemerintah daerah.

IKU Luaran Produk Tepat Guna/Terapan dan Model Pelayanan.

  • Ditargetkan menghasilkan 4 hingga 6 produk atau model terapan. Luaran berupa alat bantu fisik/rehabilitasi tepat guna teruji, standar pelayanan home care, dan paket modul edukasi terintegrasi.
2027
Tahun ke-3

Pada tahun 2027, Fakultas Ilmu Kesehatan berfokus pada Fase Uji Klinis Lanjut, Standardisasi Produk Kesehatan Tepat Guna, & Evaluasi Dampak Komunitas (Advanced Clinical Trial, Healthtech Validation, & Community Impact Phase). Setelah mengembangkan model intervensi pada tahun 2026, tahap ini bertujuan untuk memvalidasi keandalan produk dan layanan kesehatan secara sistemis melalui langkah operasional berikut:

  1. Uji Efektivitas dan Validasi Klinis Terstandar: Melakukan uji klinis skala luas terhadap metode terapi komplementer kebidanan, protokol rehabilitasi fisik, dan alat bantu tepat guna untuk memastikan keamanan (safety), efektivitas, serta tingkat kepatuhan pasien.
  2. Standardisasi Produk Kesehatan dan Modul Layanan Mandiri: Menyusun lisensi, sertifikasi, serta perizinan standar untuk produk tepat guna (seperti alat rehabilitasi terapan, instrumen screening maternal-neonatal) dan model pelayanan praktik mandiri agar siap diterapkan secara luas di klinik dan masyarakat.
  3. Penguatan Intervensi Komunitas dan Evaluasi Dampak Kesehatan: Mengukur efektivitas intervensi FIKES terhadap penurunan angka stunting, perbaikan status kesehatan ibu-anak, serta peningkatan skor fungsi gerak pasien di wilayah binaan secara terukur (measurable health outcome).
  4. Komersialisasi Jasa Layanan dan Produk Health Technopreneurship: Mendorong adopsi model wirausaha kesehatan mandiri oleh jaringan alumni, klinik mitra, dan organisasi profesi melalui skema kemitraan lisensi atau waralaba sosial (social franchising).
IKU:

Guna mendukung pencapaian target tersebut, proyeksi luaran gabungan dari Program Studi Kebidanan (S1) dan Fisioterapi (S1) meliputi:

IKU Luaran Artikel Ilmiah Nasional Terkareditasi (Sinta 1-4).

  • Ditargetkan mencapai 10 hingga 12 artikel. Publikasi ini menekankan pada analisis evaluasi dampak intervensi kesehatan, uji validitas instrumen, dan studi kasus klinis tingkat lanjut.

IKU Luaran Artikel Ilmiah Internasional Bereputasi (Scopus/WOS).

  • Ditargetkan mencapai 4 hingga 5 artikel. Luaran difokuskan pada hasil uji klinis EBP dan inovasi healthtech sederhana yang menembus jurnal internasional bertaraf global.

IKU Luaran Legalitas Kekayaan Intelektual (HKI/Paten). 

  • Ditargetkan mencapai 8 hingga 10 HKI/Paten. Luaran mencakup pendaftaran Paten Sederhana untuk alat bantu kesehatan/rehabilitasi, Hak Cipta atas instrumen evaluasi klinis, serta sertifikasi protokol pelayanan terstandar.

IKU Luaran Bahan Ajar/Modul Ajar/Manual Book. 

  • Ditargetkan menghasilkan 4 hingga 6 buku. Penulisan berfokus pada buku monograf hasil uji klinis, panduan standardisasi praktik mandiri, dan buku ajar riset terapan kesehatan.

IKU Kerjasama/Kemitraan (MoU/PKS Riset dan PkM).

  • Ditargetkan menjalin 6 hingga 8 kemitraan strategis. Perluasan dilakukan bersama rumah sakit rujukan, dinas kesehatan tingkat provinsi, manufaktur alat kesehatan lokal, serta jejaring pusat rehabilitasi.

IKU Luaran Produk Tepat Guna/Terapan dan Model Pelayanan.

  • Ditargetkan menghasilkan 6 hingga 8 produk atau model terapan. Luaran berupa alat bantu rehabilitasi terstandar, paket layanan maternal & child health care terlisensi, dan aplikasi screening kesehatan yang siap diimplementasikan skala industri/klinik.
2028
Tahun ke-4

Pada tahun 2028, bidang penelitian FIKES berfokus pada Fase Hilirisasi Inovasi Kesehatan, Lisensi Teknologi Tepat Guna, & Inkubasi Usaha Health Technopreneurship (Health Innovation Downstream, Patent Licensing, & Healthtech Spin-off Phase).

  1. Hilirisasi & Lisensi Produk/Teknologi Kesehatan: Memfasilitasi alih teknologi (technology transfer) atas hasil riset terapan, mencakup pengadopsian modul terapi komplementer, instrumen screening maternal-neonatal, serta alat bantu rehabilitasi fisik oleh fasilitas kesehatan mitra (Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik) maupun manufaktur alat kesehatan.
  2. Inkubasi Usaha Rintisan Berbasis Riset Kesehatan (Health Spin-off): Membentuk dan mendampingi unit usaha rintisan (spin-off/startup) yang lahir dari komersialisasi riset dosen dan mahasiswa—seperti pusat layanan terapi mandiri terstandar, jaringan home care berbasis EBP, atau produksi terbatas alat bantu fisik teruji.
  3. Akselerasi Paten Utama & Standardisasi Industri: Mengakselerasi perolehan status Paten Granted (Paten Utama) untuk invensi alat kesehatan/rehabilitasi serta mendorong penerbitan sertifikasi standar keamanan dan kelayakan medis (medical grade certification).
IKU:

Guna mengukur keberhasilan komersialisasi dan hilirisasi inovasi riset kesehatan, penetapan angka Indikator Kinerja Utama (IKU) bidang Penelitian FIKES pada tahun 2028 dirinci berdasarkan kontribusi spesifik dari Program Studi Kebidanan (S1) dan Program Studi Fisioterapi (S1) sebagai berikut:

IKU Artikel Ilmiah Nasional dan Internasional.

  • Publikasi riset adopsi industri/klinik atas model komersialisasi layanan kebidanan, evaluasi home care maternal, dan studi kelayakan inovasi kebidanan di jurnal SINTA 1 atau 2.
  • Publikasi riset terapan mengenai efisiensi penggunaan alat bantu rehabilitasi terkomersialisasi, studi kasus implementasi unit wirausaha fisioterapi, dan analisis biomekanik lanjut.
  • Publikasi hasil uji klinis komprehensif, evaluasi dampak jangka panjang intervensi maternal-child, serta efektivitas healthtech kebidanan di jurnal bereputasi tinggi (Scopus Q1/Q2).
  • Publikasi riset inovasi alat rehabilitasi fisik, analisis fungsi gerak, dan studi intervensi teknologi rehabilitasi di jurnal terindeks Scopus/WoS Q1/Q2.

IKU Hak Kekayaan Intelektual (HKI) / Paten.

  • Hak Cipta atas Lisensi Modul Kewirausahaan Kebidanan Mandiri, Sistem Informasi Monitoring Maternal Terlisensi, serta Draf Paten Alat Tepat Guna Kebidanan.
  • Pengajuan Paten Utama (Granted) untuk alat bantu fisik/rehabilitasi, Hak Cipta atas Software Analisis Gerak/Postur, dan Lisensi Paket Pelayanan Rehabilitasi.

IKU Buku Ajar / Buku Hasil Riset Ber-ISBN.

  • Buku Referensi/Monograf mengenai Komersialisasi Inovasi Kebidanan dan Panduan Health Technopreneurship Maternal-Neonatal.
  • Buku Referensi hasil riset hilirisasi teknologi rehabilitasi dan panduan pendirian spin-off fisioterapi.

IKU Mitra Kerjasama Riset (MoU / PKS).

  • PKS Lisensi Produk, Industri Alat Kesehatan, Investor/Ventura Kesehatan, Rumah Sakit Swasta/Pemerintah, serta Jaringan Klinik Mandiri untuk alih teknologi riset.

IKU Produk Terapan / Tepat Guna (Siap Komersial/Adopsi Industri).

  • Paket Layanan Kebidanan Mandiri Terlisensi, Kit Deteksi Dini Kesehatan Ibu-Anak Siap Pakai, dan Aplikasi Maternal Monitoring Teradopsi Klinik.
  •  Alat Bantu Rehabilitasi Fisik Komersial, Portable Biomechanics Device Teruji, dan Paket Layanan Tele-rehabilitasi Terintegrasi.
2029
Tahun ke-5

Pada tahun 2029, bidang penelitian FIKES berada pada puncak siklus Renstra 5 tahunan yang berfokus pada Fase Ekspansi Konsorsium Riset Global, Rekognisi Internasional Evidence-Based Practice, & Pemetaan Model Pelayanan Kesehatan Masa Depan (Global Health Consortium, International Clinical Recognition, & Sustainable Health Systems Phase). Fokus operasional pada tahap ini meliputi:

  1. Pengembangan Konsorsium Riset Internasional: Membangun kolaborasi riset multisentris (multi-center clinical research) bersama universitas, lembaga riset, dan rumah sakit di tingkat regional/global untuk mengatasi isu kesehatan maternal-neonatal dan rehabilitasi fisik global.
  2. Rekognisi Internasional Luaran Kebidanan dan Fisioterapi: Menjadikan hasil riset Evidence-Based Practice (EBP) dan inovasi teknologi kesehatan terapan dari FIKES sebagai rujukan klinis atau acuan pembuatan kebijakan (policy brief) oleh badan kesehatan internasional maupun kementerian kesehatan.
  3. Evaluasi Dampak Riset 5 Tahun (2025–2029): Melakukan analisis komprehensif terhadap kontribusi riset FIKES dalam perbaikan indikator kesehatan masyarakat (penurunan angka kematian ibu/bayi, penurunan prevalensi stunting, dan peningkatan indeks kualitas hidup pasien rehabilitasi) sebagai pijakan arah strategis dekade berikutnya.
IKU:

Guna mengukur ketercapaian target ekspansi global dan rekognisi internasional riset FIKES di tahun 2029, penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU) ditargetkan secara realistis dan terukur dengan kontribusi gabungan dari Prodi Kebidanan (S1) dan Fisioterapi (S1) sebagai berikut:

IKU Luaran Artikel Ilmiah Nasional dan Internasional:

  • Target: 12 – 16 Artikel SINTA 1–4 (Kebidanan: 6–8 artikel, Fisioterapi: 6–8 artikel) dan 8 – 10 Artikel Scopus/WoS (Kebidanan: 4–5 artikel di jurnal bertaraf Q1/Q2, Fisioterapi: 4–5 artikel di jurnal bertaraf Q1/Q2 berbasis riset konsorsium global).

IKU Luaran Bahan Ajar / Buku Ber-ISBN:

  • Target: 6 – 8 Buku (Kebidanan: 3–4 buku monograf/referensi berskala internasional, Fisioterapi: 3–4 buku referensi hasil sintesis riset terapan dan panduan klinis global).

IKU Luaran Sertifikat Kekayaan Intelektual HKI / Paten:

  • Target: 20 – 25 HKI/Paten (Kebidanan: 10–12 HKI/Paten atas sistem monitoring maternal global dan modul klinis terstandar, Fisioterapi: 10–13 HKI/Paten mencakup pendaftaran Paten Internasional/PCT dan Hak Cipta perangkat lunak analisis biomekanik).

IKU Kerjasama Mitra:

  • Target: 10 – 15 Mitra Strategis (PKS Riset tingkat nasional dan internasional dengan rumah sakit rujukan utama, industri alat kesehatan global, universitas mitra luar negeri, serta lembaga donor riset internasional).

IKU Produk atau Prototype yang Dihasilkan:

  • Target: 8 – 10 Produk Terapan/Prototipe (Kebidanan: 4–5 paket standar intervensi maternal-child mature dan platform digital maternal care, Fisioterapi: 4–5 instrumen/alat rehabilitasi fisik tersertifikasi medis dan siap adopsi pasar global).
Visi Roadmap Abdimas (PKM) (2025 - 2029)
Download Roadmap

Pemberdayaan Masyarakat:

Mewujudkan Pemberdayaan Masyarakat dan Mahasiswa melalui Peningkatan Derajat Kesehatan Ibu, Anak, dan Gerak Fungsional Berbasis Hasil Penelitian serta Pelayanan Kesehatan Tepat Guna untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat pada Tahun 2029.

Rencana Operasional (RENOP) Oleh Program Studi:
Rencana Strategis Tahunan Abdimas (PKM)
2025
Tahun ke-1

Pada tahun 2025, bidang PkM FIKES berfokus pada Fase Pembentukan Desa/Komunitas Binaan, Inisiasi Posyandu/Klinik Binaan, & Edukasi Kesehatan Maternal serta Gerak Dasar (Community Engagement Baseline, Cadre Empowerment, & Integrated Health Post Phase).

Fokus operasional pada tahap awal ini meliputi:

  1. Inisiasi dan Pembentukan Wilayah Binaan Terpadu: Membangun kemitraan awal dengan desa/kelurahan binaan, Puskesmas, Posyandu, dan klinik swasta sebagai sarana pengabdian masyarakat terintegrasi antara kebidanan dan fisioterapi.
  2. Pemberdayaan Kader dan Komunitas Lokal: Melaksanakan program pelatihan kader kesehatan Posyandu terkait pemantauan tumbuh kembang balita (stunting), pencegahan anemia ibu hamil, serta edukasi dasar kesehatan tulang dan postur pada lansia/pekerja.
  3. Penerapan Hasil Riset Dasar ke Masyarakat: Mentransfer pengetahuan dan keterampilan praktis berbasis Evidence-Based Practice (EBP) melalui sosialisasi, pemeriksaan kesehatan gratis, dan pendampingan kesehatan masyarakat secara mandiri.
IKU:

Guna mengukur ketercapaian target pelaksanaan PkM dan pemberdayaan masyarakat di tahun 2025, penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU) ditargetkan secara terukur dengan kontribusi akumulatif dari Prodi Kebidanan (S1) dan Fisioterapi (S1) sebagai berikut:

IKU Luaran Artikel Ilmiah Nasional Terakreditasi (SINTA 1–4):

  • Target: 6 – 8 Artikel (Kebidanan: 3–4 artikel mengenai evaluasi program pendampingan ibu hamil/stunting di jurnal PkM SINTA, Fisioterapi: 3–4 artikel mengenai hasil intervensi edukasi ergonomi dan latihan fisik komunitas).

IKU Luaran Artikel Ilmiah Internasional Bereputasi (Scopus/WoS):

  • Target: 1 – 2 Artikel (Kebidanan & Fisioterapi: Publikasi bersama di jurnal/prosiding internasional bidang community engagement dan kesehatan masyarakat).

IKU Luaran Legalitas Kekayaan Intelektual (HKI/Paten):

  • Target: 8 – 10 HKI (Kebidanan: 4–5 Hak Cipta atas Booklet/Leaflet Edukasi Maternal dan Poster Stunting, Fisioterapi: 4–5 Hak Cipta atas Panduan Latihan Mandiri Komunitas dan Kartu Deteksi Dini Postur).

IKU Luaran Bahan Ajar / Modul Ajar / Manual Book:

  • Target: 2 – 4 Modul/Buku Panduan (Kebidanan: 1–2 Modul Pelatihan Kader Kesehatan Maternal-Child, Fisioterapi: 1–2 Buku Panduan Senam Sehat/Ergonomi Komunitas).

IKU Kerjasama / Kemitraan:

  • Target: 5 – 7 Mitra (Penandatanganan PKS PkM bersama Puskesmas Binaan, Desa/Kelurahan Binaan, Ikatan Bidan Indonesia Pengurus Cabang, dan Ikatan Fisioterapi Indonesia Cabang).

IKU Luaran Produk Tepat Guna / Terapan:

  • Target: 3 – 5 Produk/Model PkM (Kebidanan: 2 model Posyandu Bebas Stunting/Gizi Seimbang, Fisioterapi: 1–3 paket perangkat poster/alat peraga latihan gerak mandiri masyarakat).
2026
Tahun ke-2

Pada tahun 2026, bidang PkM FIKES berfokus pada Fase Implementasi Model Intervensi Terintegrasi, Pendampingan Posyandu /Klinik Mandiri, & Edukasi Digital Kesehatan (Integrated Intervention Implementation, Standalone Clinic Mentoring, & Digital Health Education Phase).

Fokus operasional pada tahap ini meliputi:

  1. Penerapan Model Intervensi Kesehatan Terintegrasi: Mengimplementasikan protokol pendampingan lintas disiplin antara Kebidanan dan Fisioterapi pada komunitas binaan, seperti program pencegahan komplikasi kehamilan terpadu, penanganan stunting berkelanjutan, serta manajemen nyeri dan fungsi gerak pada kelompok pekerja atau lansia.
  2. Pendampingan Penguatan Posyandu dan Klinik Mandiri Binaan: Melakukan pendampingan teknis dan manajerial pada klinik mandiri bidan/fisioterapis serta Posyandu untuk meningkatkan kualitas standar pelayanan kesehatan primer berbasis Evidence-Based Practice (EBP).
  3. Digitalisasi Media Edukasi dan Konsultasi Komunitas: Memanfaatkan media digital (aplikasi mobile health sederhana, kanal edukasi interaktif, dan media sosial) untuk memperluas jangkauan edukasi kesehatan reproduksi, maternal-child care, dan panduan rehabilitasi fisik mandiri bagi masyarakat.
IKU:

Guna mengukur ketercapaian target ekspansi intervensi dan pendampingan komunitas binaan di tahun 2026, penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU) ditargetkan secara terukur dengan akumulasi kontribusi dari Prodi Kebidanan (S1) dan Fisioterapi (S1) sebagai berikut:

IKU Luaran Artikel Ilmiah Nasional Terakreditasi (SINTA 1–4):

  • Target: 8 – 10 Artikel (Kebidanan: 4–5 artikel hasil evaluasi intervensi pendampingan ibu hamil dan balita, Fisioterapi: 4–5 artikel mengenai efektivitas program latihan fisik dan edukasi ergonomi berbasis komunitas).

IKU Luaran Artikel Ilmiah Internasional Bereputasi (Scopus/WoS):

  • Target: 2 – 3 Artikel (Kebidanan & Fisioterapi: Publikasi bersama di jurnal/prosiding internasional bereputasi bidang community health dan intervensi kesehatan terpadu).

IKU Luaran Legalitas Kekayaan Intelektual (HKI/Paten):

  • Target: 6 – 8 HKI (Kebidanan: 5–6 Hak Cipta atas Video Edukasi Digital Maternal, Leaflet Digital Stunting, dan Modul Asuhan Mandiri, Fisioterapi: 5–6 Hak Cipta atas Panduan Digital Tele-Rehabilitasi Komunitas dan Poster Ergonomi Terapan).

IKU Luaran Bahan Ajar / Modul Ajar / Manual Book:

  • Target: 3 – 5 Modul/Buku Panduan (Kebidanan: 2–3 Manual Book Standar Pelayanan Posyandu/Klinik Bidan Mandiri, Fisioterapi: 1–2 Buku Panduan Rehabilitasi Berbasis Komunitas).

IKU Kerjasama / Kemitraan:

  • Target: 4 – 6 Mitra (PKS PkM bersama Puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Klinik Mandiri Binaan, Sekolah/Komunitas Pekerja, dan Organisasi Profesi).

IKU Luaran Produk Tepat Guna / Terapan:

  • Target: 4 – 6 Produk/Model PkM (Kebidanan: 2–3 model Klinik Binaan/Posyandu Terintegrasi Digital, Fisioterapi: 2–3 kit alat bantu peraga latihan fisik terapan dan panduan ergofisioterapi komunitas).
2027
Tahun ke-3

Pada tahun 2027, bidang PkM FIKES berfokus pada Fase Standardisasi Model Komunitas Sehat, Evaluasi Dampak Kesehatan Masyarakat, & Replikasi Model Health Technopreneurship Binaan (Community Health Standardisation, Health Impact Evaluation, & Social Franchising Phase).

Fokus operasional pada tahap ini meliputi:

  1. Standardisasi dan Replikasi Model Desa/Klinik Binaan: Mengasistensi pembentukan dan replikasi modelPosyandu/Klinik Binaan berbasis Evidence-Based Practice (EBP) ke wilayah mitra yang lebih luas melalui skema kemitraan atau adopsi oleh pemerintah daerah.
  2. Evaluasi Dampak Sistemis Kesehatan Masyarakat (Health Impact Measurement): Mengukur secara terstruktur penurunan angka stunting, penurunan angka komplikasi maternal-neonatal, serta peningkatan indeks fungsi gerak dan kualitas hidup masyarakat di wilayah yang telah didampingi selama 2025–2026.
  3. Inkubasi Komersialisasi Sosial dan Kemandirian Komunitas: Mentransfer modul kewirausahaan kesehatan (health technopreneurship) kepada kelompok masyarakat/kader dan alumni agar mampu mengelola program pelayanan kesehatan secara mandiri dan berkelanjutan (seperti baby & maternal spa berbasis masyarakat atau pusat layanan rehabilitasi mandiri).
IKU:

Guna mengukur ketercapaian target standardisasi, pengukuran dampak, dan replikasi model PkM di tahun 2027, penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU) ditargetkan secara terukur dengan akumulasi kontribusi dari Prodi Kebidanan (S1) dan Fisioterapi (S1) sebagai berikut:

IKU Luaran Artikel Ilmiah Nasional Terakreditasi (SINTA 1–4):

  • Target: 10 – 12 Artikel (Kebidanan: 5–6 artikel mengenai evaluasi dampak kesehatan maternal-neonatal dan efektivitas replikasi desa binaan, Fisioterapi: 5–6 artikel mengenai dampak jangka panjang intervensi fisik dan ergofisioterapi komunitas).

IKU Luaran Artikel Ilmiah Internasional Bereputasi (Scopus/WoS):

  • Target: 3 – 4 Artikel (Kebidanan & Fisioterapi: Publikasi bersama di jurnal/prosiding internasional bereputasi mengenai analisis dampak sosial-kesehatan dan community-based rehabilitation).

IKU Luaran Legalitas Kekayaan Intelektual (HKI/Paten):

  • Target: 8 – 10 HKI (Kebidanan: 6–7 Hak Cipta atas Standard Operating Procedure (SOP) Replikasi Posyandu/Klinik Mandiri dan Instrumen Evaluasi Dampak, Fisioterapi: 6–8 Hak Cipta atas Cetak Biru Pusat Layanan Gerak Mandiri dan Draf Paten Sederhana Alat Bantu PkM).

IKU Luaran Bahan Ajar / Modul Ajar / Manual Book:

  • Target: 4 – 5 Modul/Buku Panduan (Kebidanan: 2–3 Buku Panduan Replikasi Maternal & Child Health Post, Fisioterapi: 2 Buku Monograf Evaluasi PkM dan Panduan Replikasi Pusat Ergonomi Komunitas).

IKU Kerjasama / Kemitraan:

  • Target: 6 – 8 Mitra (PKS PkM tingkat Provinsi bersama Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Swasta/Pemerintah, Asosiasi Industri Kesehatan, dan Organisasi Profesi IBI & IFI).

IKU Luaran Produk Tepat Guna / Terapan:

  • Target: 6 – 8 Produk/Model PkM (Kebidanan: 2–3 paket model Posyandu/Klinik Binaan Terstandardisasi, Fisioterapi: 3–4 kit alat tepat guna rehabilitasi komunitas terlisensi dan siap replikasi).
2028
Tahun ke-4

Pada tahun 2028, bidang PkM FIKES berfokus pada Fase Institutional Scaling, Adopsi Kebijakan Publik (Policy Brief), & Kemandirian Industri Health Technopreneurship Berbasis Komunitas (Policy Adoption, Enterprise Scaling, & Community Health Autonomy Phase).

Fokus operasional pada tahap ini meliputi:

  1. Pengusulan dan Adopsi Kebijakan Publik (Policy Brief): Mentransformasi hasil evaluasi dan model PkM yang sukses selama 2025–2027 menjadi dokumen rekomendasi kebijakan (policy brief) untuk diadopsi oleh Pemerintah Daerah (Dinas Kesehatan) sebagai standar pelayanan Posyandu, Puskesmas, atau program penanganan stunting dan kesehatan gerak wilayah.
  2. Skalabilitas Usaha Sosial Kesehatan Komunitas: Mengakselerasi unit usaha berbasis komunitas (social enterprise) yang dikelola oleh mitra binaan, alumni, dan kelompok masyarakat agar beroperasional penuh secara mandiri, sehat secara finansial, serta berdaya saing tinggi.
  3. Perluasan Jangkauan Replikasi Nasional: Mengeskalasi replikasi model program PkM terpadu Kebidanan dan Fisioterapi ke luar wilayah binaan utama hingga mencakup skala lintas kabupaten/kota dan provinsi.
IKU:

Guna mengukur ketercapaian target pencapaian adopsi kebijakan, skalabilitas usaha sosial, dan perluasan jangkauan program PkM di tahun 2028, penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU) ditargetkan secara terukur dengan akumulasi kontribusi dari Prodi Kebidanan (S1) dan Fisioterapi (S1) sebagai berikut:

IKU Luaran Artikel Ilmiah Nasional Terakreditasi (SINTA 1–4):

  • Target: 10 – 12 Artikel (Kebidanan: 6–7 artikel mengenai studi adopsi kebijakan kesehatan ibu-anak dan efisiensi model Posyandu mandiri, Fisioterapi: 6–7 artikel mengenai analisis dampak ekonomi-sosial layanan rehabilitasi fisik komunitas).

IKU Luaran Artikel Ilmiah Internasional Bereputasi (Scopus/WoS):

  • Target: 4 – 5 Artikel (Kebidanan & Fisioterapi: Publikasi bersama di jurnal/prosiding internasional bereputasi bidang health policy, social enterprise, dan community empowerment).

IKU Luaran Legalitas Kekayaan Intelektual (HKI/Paten):

  • Target: 10 – 12 HKI (Kebidanan: 7–9 Hak Cipta atas Naskah Kebijakan/Policy Brief, Dokumen Standar Usaha Kesehatan Maternal, dan Sistem Informasi Komunitas, Fisioterapi: 8–9 Hak Cipta atas Panduan Skalabilitas Pusat Gerak Komunitas dan Lisensi Modul Ergonomi Industri).

IKU Luaran Bahan Ajar / Modul Ajar / Manual Book:

  • Target: 6 – 8 Modul/Buku Panduan (Kebidanan: 2–3 Buku Referensi Tata Kelola Social Enterprise Kesehatan Maternal, Fisioterapi: 3 Buku Panduan Skalabilitas Layanan Fisioterapi Berbasis Masyarakat).

IKU Kerjasama / Kemitraan:

  • Target: 6 – 8 Mitra (PKS PkM bersama Kementerian/Dinas Kesehatan, Konsorsium BUMDes, Jaringan Industri Alat Kesehatan, serta Asosiasi Pengusaha/Klinik Mandiri).

IKU Luaran Produk Tepat Guna / Terapan:

  • Target: 6 – 8 Produk/Model PkM (Kebidanan: 3–4 dokumen Policy Brief teradopsi Pemda dan paket usaha mandiri maternal care, Fisioterapi: 3–4 kit alat tepat guna terlisensi untuk industri/komunitas dan sertifikasi standar pelayanan gerak mandiri).
2029
Tahun ke-5

Pada tahun 2029, bidang PkM FIKES mencapai puncak siklus strategi 5 tahunan yang berfokus pada Fase Rekognisi PkM Internasional, Pusat Rujukan Pengabdian Kesehatan Masyarakat, & Pelembagaan Model Ekosistem Sehat Mandiri (International Community Engagement Recognition, Health Center of Excellence, & Ecosystem Sustainability Phase).

Fokus operasional pada tahap ini meliputi:

  1. Rekognisi Internasional Program Pengabdian Masyarakat: Memperluas jangkauan keberdampakan PkM melalui International Community Service atau kolaborasi pengabdian masyarakat lintas negara di kawasan regional/global dalam penanganan isu kesehatan maternal-neonatal dan rehabilitasi fisik.
  2. Pembentukan Pusat Rujukan Pengabdian Kesehatan (Center of Excellence in Community Health): Mengukuhkan FIKES sebagai pusat rujukan, pelatihan, dan percontohan nasional dalam pengembangan model Posyandu/Klinik Mandiri Binaan, program pencegahan stunting, dan rehabilitasi fungsional berbasis komunitas.
  3. Pelembagaan Kemandirian Komunitas & Keberlanjutan Ekosistem: Menjamin seluruh desa binaan, klinik mandiri, dan usaha sosial (health technopreneurship) yang telah didampingi sejak 2025 mampu berjalan secara mandiri secara penuh (self-sustaining ecosystem) tanpa ketergantungan pada intervensi utama perguruan tinggi.
IKU:

Guna mengukur ketercapaian target rekognisi internasional, pembentukan pusat rujukan, dan keberlanjutan ekosistem PkM di tahun 2029, penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU) ditargetkan secara terukur dengan akumulasi kontribusi dari Prodi Kebidanan (S1) dan Fisioterapi (S1) sebagai berikut:

IKU Luaran Artikel Ilmiah Nasional Terakreditasi (SINTA 1–4):

  • Target: 14 – 16 Artikel (Kebidanan: 7–8 artikel mengenai sintesis keberlanjutan program kesehatan ibu-anak dan evaluasi ekosistem mandiri, Fisioterapi: 7–8 artikel mengenai hasil evaluasi komprehensif pusat layanan gerak komunitas).

IKU Luaran Artikel Ilmiah Internasional Bereputasi (Scopus/WoS):

  • Target: 5 – 6 Artikel (Kebidanan & Fisioterapi: Publikasi bersama di jurnal/prosiding internasional bereputasi bidang international community engagement dan global health promotion).

IKU Luaran Legalitas Kekayaan Intelektual (HKI/Paten):

  • Target: 18 – 22 HKI (Kebidanan: 9–11 Hak Cipta atas Panduan Praktik Terbaik (Best Practice) Pelayanan Maternal Global dan Cetak Biru Pusat Rujukan Kesehatan, Fisioterapi: 9–11 Hak Cipta atas Lisensi Internasional Modul Rehabilitasi Berbasis Komunitas dan Hak Cipta Perangkat Edukasi Digital).

IKU Luaran Bahan Ajar / Modul Ajar / Manual Book:

  • Target: 6 – 8 Modul/Buku Panduan (Kebidanan: 3–4 Buku Monograf/Referensi Best Practice Pengabdian Masyarakat Kebidanan Komunitas, Fisioterapi: 3–4 Buku Panduan Internasional Community-Based Rehabilitation).

IKU Kerjasama / Kemitraan:

  • Target: 12 – 15 Mitra (PKS PkM Internasional bersama NGO Kesehatan Global, Universitas Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, dan Organisasi Profesi Kesehatan Internasional).

IKU Luaran Produk Tepat Guna / Terapan:

  • Target: 8 – 10 Produk/Model PkM (Kebidanan: 4–5 Paket Model Center of Excellence Maternal-Child Care dan Platform Edukasi Global, Fisioterapi: 4–5 Perangkat/Model Layanan Fisioterapi Terintegrasi Tersertifikasi dan Siap Replikasi Regional).