Peluang Emas Riset & Inovasi: LPPM Universitas Amikom Purwokerto Dorong Dosen Manfaatkan Call for Proposal Program Katalisator Kemitraan Berdikari 2026

23 October 2026
83 Kali Dilihat
Operator LPPM
Peluang Emas Riset & Inovasi: LPPM Universitas Amikom Purwokerto Dorong Dosen Manfaatkan Call for Proposal Program Katalisator Kemitraan Berdikari 2026

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Amikom Purwokerto menginformasikan kepada seluruh sivitas akademika, khususnya para dosen dan peneliti, mengenai pembukaan Call for Proposal untuk Program Katalisator Kemitraan Berdikari di Perguruan Tinggi Tahun 2026. Program prestisius ini diselenggarakan langsung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, and Teknologi melalui inisiatif Semesta Kemdiktisaintek dengan dukungan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Program Katalisator Kemitraan Berdikari dirancang khusus untuk memperkuat hilirisasi hasil riset dan teknologi perguruan tinggi melalui kolaborasi strategis lintas sektoral. Ruang lingkup kemitraan ini mencakup sinergi aktif antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah, dunia industri, komunitas lokal, serta berbagai pemangku kepentingan terkait. Melalui skema kolaborasi yang erat, program ini diharapkan mampu melahirkan solusi inovatif yang benar-benar solutif dan menjawab kebutuhan nyata di tengah masyarakat.

Secara umum, program ini bertujuan untuk mengoptimalkan penerapan hasil penelitian, memperkuat jejaring kemitraan, serta menghadirkan dampak ekonomi dan sosial yang terukur. Jangka waktu pelaksanaan untuk setiap proposal yang lolos pendanaan diproyeksikan berdurasi maksimal selama 12 bulan. Dalam pelaksanaannya, program ini menawarkan tiga skema pendanaan utama yang dapat dipilih oleh para peneliti sesuai dengan fokus kajian dan tingkat kesiapan teknologi (Technology Readiness Level / TRL) masing-masing.

Skema pertama yang disediakan adalah Skema Mandala, yang berfokus pada penyelesaian permasalahan prioritas nasional di tingkat daerah melalui pendekatan sains dan teknologi. Pendekatan yang digunakan dalam skema ini berbasis co-creation—yaitu pengembangan solusi secara kolaboratif bersama pemerintah daerah guna menyelesaikan tantangan spesifik secara terukur. Besaran maksimal pendanaan untuk Skema Mandala mencapai Rp1.000.000.000 per usulan dengan durasi pelaksanaan 12 bulan.

Skema kedua yakni Skema SKALA+, yang diarahkan untuk mengakselerasi pemanfaatan, penerapan, dan replikasi hasil riset serta inovasi yang telah memiliki rekam jejak atau bukti pemanfaatan awal. Fokus utama dari skema ini adalah memperkuat hilirisasi produk riset bersama industri dan pengguna teknologi agar inovasi tersebut dapat dirasakan manfaatnya dalam skala yang lebih luas. Skema SKALA+ menawarkan batas maksimal pendanaan sebesar Rp500.000.000 per proposal.

Selanjutnya, terdapat Skema Saintek Nusantara yang mewadahi riset transdisipliner berakar pada kearifan lokal. Skema ini mengedepankan pendekatan etnografi, co-creation, dan rekontekstualisasi sains guna melahirkan teknologi tepat guna serta rekomendasi kebijakan strategis berbasis potensi budaya dan lokalitas. Untuk skema ini, batas maksimal pendanaan yang disediakan adalah sebesar Rp350.000.000 per usulan dengan masa pelaksanaan 12 bulan.

Melihat beragamnya skema dan besaran pendanaan yang ditawarkan, LPPM Universitas Amikom Purwokerto sangat mendorong para dosen dari berbagai program studi—terutama yang fokus pada pengembangan sains, teknologi, bisnis digital, hingga kajian sosial—untuk memanfaatkan kesempatan emas ini. Partisipasi aktif dalam hibah eksternal kompetitif nasional ini tidak hanya akan mendongkrak budaya riset di lingkungan kampus, tetapi juga memperkuat pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.

Bagi dosen dan peneliti yang berminat menyusun proposal, pendaftaran serta pengunggahan dokumen usulan dapat dilakukan secara daring melalui portal resmi program-minatsaintek.kemdiktisaintek.go.id. Batas akhir pengajuan proposal dijadwalkan pada 10 November 2026. Sivitas akademika Universitas Amikom Purwokerto diimbau untuk segera mempersiapkan draf proposal, mempelajari petunjuk teknis secara seksama, serta berkoordinasi dengan LPPM untuk kelancaran proses pengajuan.

UNDUH BERKAS:

Dokumen dan informasi pendukung dapat diakses melalui tautan berikut:

sumber: https://semesta.kemdiktisaintek.go.id/petunjuk-teknis-program-katalisator-kemitraan-berdikari-tahun-2026/


Bagikan: