Hibah Pendanaan Progam RIIM Kompetisi 2026 Bersama BRIN dan LPDP untuk Batch 2 Dibuka
Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama LPDP resmi menggelar sosialisasi pedoman Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi 2026. Program ini bertujuan untuk memperluas akses pendanaan riset melalui pemanfaatan dana abadi penelitian bagi seluruh periset dan lembaga riset di Indonesia, baik pemerintah maupun nonpemerintah.
Program RIIM Kompetisi merupakan skema pendanaan multiyears yang dapat berjalan hingga tiga tahun. Sejak diluncurkan pada 2022, program ini telah mendanai lebih dari 2.000 proyek riset. Untuk tahun 2026, penerimaan proposal dibagi menjadi dua tahap, di mana Batch 2 dijadwalkan akan dibuka pada Juli 2026 mendatang. Proposal dibuka mulai 1 Juli - 31 Juli 2026. Untuk informasi selengkapnya dapat dilihat pada laman Pendanaan Risnov BRIN.
Dukungan finansial untuk program ini sangat kuat, mengingat LPDP mengelola dana abadi penelitian sebesar Rp13,99 triliun. Kolaborasi BRIN dan LPDP rata-rata mengalokasikan sekitar Rp150 miliar per tahun khusus untuk RIIM. Hal ini dilakukan demi memperkuat ekosistem riset agar semakin banyak peneliti yang dapat menghasilkan invensi yang berdampak bagi pembangunan nasional.
Ada beberapa pembaruan penting dalam pedoman RIIM Kompetisi 2026. Kini, ketua pengusul minimal berpendidikan Magister (S2) yang sedang menempuh program Doktoral, dan seorang periset dibatasi maksimal terlibat dalam tiga proposal. Luaran wajib yang diminta tetap berstandar tinggi, yakni publikasi jurnal bereputasi minimal Q3 Scopus atau kekayaan intelektual seperti paten.
Seluruh proses pengajuan hingga pengumuman dilakukan secara digital melalui platform RISNOV. Pihak BRIN juga menghimbau para periset untuk waspada terhadap penipuan, karena BRIN tidak bekerja sama dengan pihak luar dalam penyusunan proposal. Diharapkan skema ini dapat mendorong hilirisasi riset dengan Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) yang siap digunakan oleh industri dan masyarakat.